Sunday, August 16, 2015

EXPLORE WONOGIRI #2

7:38 AM



Tempat ini bernama Landasan Gantole, berada di tebing puncak bukit (ntah bukit atau gunung apa namanya) dengan view yang super indah. Dari sini kita dapat melihat seluruh pemandangan Waduk Gajahmungkur beserta bersihnya langit yang biru berpadu dengan air waduk yang terlihat agak kelabu. Pemandangan depan berupa waduk serta langit yang indah dari atas landasan yang begitu tinggi melupakan kami (aku dan keluarga yang berkunjung) bahwa kami termasuk yang takut akan ketinggian 😂, terutama kakakku dan suami. Aku termasuk yang paling pemberani saat itu :P. 

Untuk mengambil foto ini, aku harus berdiri di bibir tebing dengan pijakan kayu tak berpagar yang tepinya langsung berhadapan dengan jurang ditambah pula kayunya sudah terlihat agak reot, tapi seakan rasa takut pun hilang melihat indahnya pemandangan ciptaan Allah yang Maha Sempurna tersebut. Kakak ku sebagai pemotret foto ini malah heboh khawatir sendiri dan memintaku untuk cepat berlalu dari posisi yang baginya membahayakan (hehe maklum dia parno ketinggian). 

Kembali pada deskripsi tempat pada foto ini, selain view waduk atau danau buatan dan bersihnya langit biru dari tampak depan memandang, di balik  kita berdiri ke arah waduk atau dari sisi yang berbeda pemandangannya pun tak kalah indah yaitu gunung dengan pepohonan nan hijau. 

Lokasi wisata gantole ini sepertinya memang belum dikelola oleh dinas pariwisata setempat karena fasilitas seadanya dan akses kesana yang terbilang agak mengumpat. Lokasi ini dapat dijangkau dari pintu gapura dengan nama Menara Filter, terletak di sebelah kanan setelah jembatan pertama menuju pintu masuk wisata Waduk Gajah Mungkur. Pertama kali yang terlintas saat melewati gapura menara filter adalah... apakah mobil yang saya dan keluarga naiki mampu melewati jalan yang begitu menanjak, berkelok, dan terjal. Sepanjang jalan menanjak ini dari sisi kiri kami dapat mulai melihat indahnya pemandangan waduk, akan tetapi karena akses jalan yang terjal dan begitu tinggi membuat kami yang berada dalam mobil tidak terlalu menikmati indahnya pemandangan tersebut.  Dengan hati yang agak was was diiringi doa dalam hati, akhirnya kaka ipar atau suami kakak ku sebagai driver saat itu menghela nafas saat akhirnya tiba di atas (jalanan sudah kembali datar fyuuh). Setelah sampai diatas kami tak langsung dapat mengetahui dimana lokasi landasan gantole berada, sekarang kami masuk ke dalam perkampungan dan tak ada tanda-tanda tempat wisata sedikit pun. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada salah satu warung yang kami lewati. Ibu muda setengah baya menjawab ramah dan mengarahkan kami ke posisi yang kami cari. Beliau juga menginformasikan bahwa gantole yang kami cari bukan hanya ada 1 tempat, tapi ada 2. Berdasarkan saran dari Ibu penjaga warung, kami pun memutuskan untuk menuju Gantole pertama. Karena dari situ pemandangan yang terlihat lebih luas dan lebih indah, ujar beliau dalam bahasa jawa setempat. Tak jauh dari warung tadi, kami pun sampai ke lokasi. Ternyata tak ada biaya tiket masuk ataupun pajak wisata dan hanya membayar parkir seikhlasnya. 

Saat sampai, waktu sudah menunjukkan pukul 11, dan cuaca amat terik saat itu. Dengan lokasi yang cukup tinggi sinar matahari terasa lebih menyengat matakupun menyipit lebih kuat karna teriknya matahari. Untungnya aku dan kakak ku sudah bersiap membawa topi dan kaca mata. Jadi aku sarankan untuk membawa topi atau kacamata jika datang ke lokasi ini siang hari, atau mungkin datang saat pagi sekali akan lebih berbeda dengan udara segar dan sinar mentari yang belum terik.


 Bekasi, 150815:21.30pm

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top