Happy Eid Al-Adha! Hari ini tepat 10 Dzulhijah 1436 H seluruh umat islam merayakan Hari Raya Idul Adha atau yang biasa disebut oleh kita sebagai Hari Raya Qurban. Umat muslim beramai-ramai saling berlomba untuk berqurban binatang ternak baik sapi, kerbau maupun kambing dan domba. Eits, tapi dalam artikel ini yang akan dibahas bukan tentang qurban menyembelih binatang ternak tapi "qurban" (mendekatkan diri pada Allah) dengan cara meninggalkan sesuatu karena Allah.
"Sesungguhnya jika kamu
meninggalkan sesuau karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang
lebih baik"
Ntah mengapa aku suka sekali dengan makna dari hadits diatas tepatnya hadits dari postinganku sebelumnya,
universal namun jelas dan tegas. Dan salah satu hal yang aku tinggali karena
Allah adalah pacaran, looh kok jadi ke
arah ini sih? Males baca ah. Sok suci deh. Berbagai respon dalam hati
mungkin saja keluar seperti kata-kata tersebut ketika membahas mengenai "kutinggalkan pacaran karena Allah". Aku bukan berniat untuk menentang
teman-teman yang memilih untuk masih tetap melakukan hubungan special dengan someone lawan jenis yang dinamakan pacaran ini, bukan juga untuk
merubah teman-teman yang sedang membaca untuk kemudian harus mengikuti opiniku.
Aku juga bukan ustadzah yang pandai agama dan ingin menceramahi, wah itu sama
sekali tidak dan amat jauh dariku. Aku hanya pemudi biasa yang amat penuh dosa
dan amat miskin ilmu yang ingin terus belajar, salah satunya yaitu belajar
mengenai apa-apa yang Penciptaku Allah SWT sukai. Karena dalam Islam untuk
saling mengingatkan kebaikan adalah hak dan kewajiban tiap-tiap kita sebagai
khalifah, dan seperti kata istilah “Sampaikanlah walau 1 ayat” aku hanya ingin
menyampaikan sedikit mengenai pa-ca-ran yang selalu penuh pro kontra sepertinya. Kalian bebas memilih karena hidup itu
pilihan, dan aku hanya ingin berusaha untuk memilih sesuatu dengan apa yang ALLAH
sukai, itu saja hehe :) Dan bukankah janji Allah itu pasti,
Allah Maha Teliti atas apa yang kamu kerjakan, maka aku amat yakin pasti Dia
akan menggantikan apa,siapa,dimana yang aku tinggalkan karenaNya dengan yang
jauh lebih baik dari sisi Allah sesuai dengan janjiNya.
Sebelumnya mau sedikit
membahas mengenai pacaran terlebih dahulu. Mungkin diantara kalian ada yang
kemudian menyaut, wah aku ga pacaran kok sama si doi. Kita hubungan saling
support aja. Eh eh tapi yakin cuma saling support? Terus saling supportnya
gimana? Yakin gapernah jalan berduaan? Yakin gapernah gombal-gombalan atau
puji-pujian bawa perasaan? Hmm kalo udah berduaan lanjut pegangan atau sekedar
usap rambut atau perhatian ini itu yang katanya sih ungkapan sayang. Hm terus..
lalu.. kemudian… apa lagi… hehehe. Ya mungkin tidak semua yang menjalani
hubungan dengan status pacaran ataupun yang tanpa status berlaku seperti yang
demikian. Tapi taukah bahwa Tuhanmu yang menciptakanmu dan si doi itu bahkan
pencipta segala-galanya sangat cemburu saat Dia disingkirkan dari hatimu.
Nah terus apa sih dan
kenapa perlu disampaikan mengenai hal yang satu ini. Secara, yaudah sih pacaran
udah lumrah banget kali jaman sekarang. Langsung saja aku buatkan poin dari opiniku mengenai alasan “Kutinggalakan Pacaran Karena Allah”
Bismillahirrahmanirrahim…
- Ternyata dalam kamus islam Allah udah melarang apa-apa aja yang mendekati zina. Nah kalo pacaran ataupun yang tanpa status, apa kamu yakin hubungan kamu itu ga ngelakuin apa-apa yang mendekati zina, hmm zina mata, kulit, tangan, atau sekedar hati dan perasaan. Lagian kenapa sih kayaknya biasa aja juga kalo pacaran, gangebuat langsung gimana-gimana kali. Sungguh Allah mengingatkan demikian karena begitu sayangnya ia pada ciptaannya, perempuan khususnya. Laki-laki normal sudah naluri secara alamiah Allah lebihkan ia pada syahwatnya. Untuk perempuan, kelemahannya adalah para perhatian dan perasaannya, diberi perhatian secara terus-menerus, dimanja, maka luluhlah ia. Allah Maha Tau apapun sifat-sifat dari ciptaanNya secara detil, Dia maha pemilik segala ilmu dan apapun yang ia perintahkan pasti baik bagi makhlukNya. Maka ia laranglah manusia untuk mendekati zina karena sifat-sifat alami tadi, selain itu karena syetan selalu berupaya untuk menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang Allah benci, dan sudah kita tau bersama bahwa apabila seorang laki-laki dan perempuan berduaan maka yang ketiganya adalah syetan yang sedang asyik menggoda manusia untuk lebih terjerumus melakukan apa-apa yang Allah larang.
- Allah itu senantiasa melihat dan teliti atas apa-apa saja yang kita kerjakan. Makanya aku berpikir aku tak ingin saat tiba-tiba Allah menginginkaku kembali padaNya, saat itu aku sedang dalam keadaan yang tidak Allah sukai. Kematian bisa datang kapanpun Allah mau. Dan bisa saja saat tiba-tiba kematian menjemputku disaat ternyata aku sedang bermaksiat dengan lawan jenis yang bukan halalku. Bukannkah aku menginginkan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah? Bertanyaku pada diri sendiri.
- Dari berbagai pencarian mengenai pacaran oleh berbagai yang alim agama (penceramah, uztad, uztadzah, dll) pendapatnya selalu satu suara bahwa pacaran itu tak ada dalam islam alias haram. Jika diriku ditawarkan seseorang untuk memakan daging babi atau meminum bir maka pasti akan ku tolak karena itu haram. Nah saat tau bahwa pacaran itu haram, apa aku masih mau melakukannya layakanya aku masih mau makan babi ataupun minum bir yang haram hukumnya.
- Bisa menggeser posisi Allah di hati. Kalo pacaran.. pasti lah ya smsan walaupun jarang-jarang apalagi kalo yang tiap hari ketemuan, hati dan pikiran pasti ada lah baper kalo kata2 jaman sekarang tuh, bawa perasaan. Posisi Allah dihati lambat laun bakal kegeser dan Allah amat cemburu disaat di hati makhluk ciptaanNya sudah mulai dikalahkan dengan yang lain.
- Kalo ada seorang pria yang memang berniat serius dan memahami Islam dengan baik, pastilah tak akan diajak olehnya untuk pacaran. Jadi kalo menginginkan suami yang soleh dan dapat membimbingmu menuju surgaNya, untuk apalagi dengan cara pacaran? Karena sosok si soleh yang begitu pasti tak akan mengambil jalan melalui pacaran. Secara jantan pria soleh tadi mencari tau melalui sanak saudara ataupun guru pengajiannya bagaimana sosok wanita incarannya. Atau datangi langsung ke rumah orang tuanya.
Cukup itu dulu poin-poin yang bisa aku sampaikan tentang qurban (mendekatkan diri pada Allah) dengan cara meninggalkan yang namanya pa-ca-ran. Mari sama-sama berjuang memperbaiki dan mempersiapkan diri dengan tidak pacaran sampai halal insyaAllah, dan semoga Allah memudahkan setiap niat baik kita karenaNya ya ukhti-ukhti muslimah.


0 comments:
Post a Comment