3 hal yang
sering kita sebut-sebut tiap hari, 3 hal yang terdengar simple namun tak mudah dijalankan, 3 hal yang mudah diucapkan,
namun begitu sulit untuk dibuktikan dalam perbuatan.
S – I – S =
SABAR - IKHLAS - SYUKUR
Tiap manusia
pasti akan menghadapi masa-masa dimana kita harus melewatinya dengan S – I – S
itu tadi. Dalam postinganku kali ini aku ingin lebih membahas hal yang pertama
yaitu SABAR. Syaikh Muhammad bin Shalih
Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam,
yaitu:
- Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
- Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
- Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialami manusia, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)
Ada sebuah
pepatah berbahasa arab yang berbunyi Man Shabara Zharifa yaitu siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.
Beruntung? Karena kesabaran merupakan modal dasar bagi para pemenang. Kesabaran
membuat kualitas kita yang sabar melejit berkali lipat dibanding orang-orang
yang tidak bersabar di jalan Allah. Allah SWT mengatakan dalam firmannya di QS
Al Anfal ayat 66 :
“Sekarang Allah telah
meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka
jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat
mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika di antaramu ada seribu orang,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan
Allah beserta orang-orang yang sabar. (8: 66)”
Kesabaran
juga merupakan modal besar bagi kesuksesan. Kalo ditanya siapa sih yang mau
sukses? Pastinya tiap orang yang normal menginginkan untuk menjadi orang yang
sukses, tak ada satu pun orang yang memilih untuk menjadi orang yang gagal. Tapi
dari semua orang sukses di dunia ini, masing-masing pasti melewati usaha,
upaya, perjuangan yang tak mudah disertai dengan doa sampai akhirnya ia
mencapai apa yang diinginkannya. Tak ada kesuksesan yang ujug-ujug turun ke orang yang hanya berdiam diri saja menunggu
sampai kesuksesan itu datang. Akan tetapi upaya maksimal (ikhtiar)
sungguh-sungguh yang disertai dengan doa itu saja belum cukup…
Antara
sungguh-sungguh dan sukses itu ternyata terdapat jarak. Jarak ini bisa hanya
satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam
hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun. Jarak antara sungguh-sungguh dan
sukses hanya bisa diisi dengan kesabaran. Sabar yang aktif, sabar yang gigih,
sabar yang tidak menyerah, sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin
menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan.
Bagaimanapun
tingginya impian dan keinginan, dia tetap wajib dibela dengan perjuangan
habis-habisan karena dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka dan akan
tercapai. Tapi tidak hanya itu, dengan
iringan sabarlah takdir itu akan terkuak menjadi kenyataan.
Sabar itu
awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis dari madu.
Man shabara
zhafira. Siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.
Sumber:
Muslim.or.idRanah 3 Warna by Anwar Fuadi
3 Man Shabara Zhafira by Ahmad Rifa’I Rif’an


0 comments:
Post a Comment