Showing posts with label Inspirasi Buku. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi Buku. Show all posts

Sunday, June 12, 2016

Ah Cuma Cinta Monyet!



Pacarmu belum tentu jodohmu. Jangan jatuhkan cintamu pada orang yang belum halal bagimu, hanya karena satu alasan, bahwa dia belum tentu jodoh terbaik yang dipersiapkan oleh Tuhan untukmu.
Jika kau memiliki rasa cinta yang hebat kepada seseorang, bangunlah di tengah malam lalu panjatkan doa padaNya. “Tuhan, jika dia orang yang baik bagi kebaikan agamaku, duniaku, dan akhiratku, tolong pertemukan kami dalam bingkai yang halal. Tapi jika dia orang yang bakal meruntuhkan agamaku, melemahkan duniaku, dan menyengsarakan akhiratku, maka jauhkan hamba darinya dengan caraMu.
Biarkan Tuhan yang Maha Memilihkan

Bait prosa diatas rasanya amat sangat sesuai dengan apa hidayah yang sedang aku dapat di beberapa tahun ini. Ya, lagi-lagi membahas mengenai pacaran dan jodoh. Hm.. tapi ya ini dia, usia usia 20an apalagi yang hampir menginjak 23 tahun (woh.. gakerasa kurang beberapa hari lagi menginjak 23 thn saat aku menuliskan tulisan ini :’) ) memang sedang “in” nya membahas mengenai jodoh. Tapi sungguh aku ingin sekali memosting tentang ini, karna aku melihat fenomena saat ini yang begitu mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, anak-anak dibawah umur saat ini.. mereka sudah biasa sekali pacaran, bahkan siswa-siswi SD kelas 2 atau 3 sekalipun. Walaupun, kata orang mungkin itu hanya cinta-cintaan alias cinta monyet, tapi jika dibiarkan berlarut larut, maka akhlak generasi-generasi muda yang akan datang akan semakin tak karuan.

Aku melihat begitu besar dampak dari hal yang tadinya diremehkan ini, ah cuma cinta monyet. Ntah mengapa aku berpikiran bahwa fenomena ini begitu berdampak luas. Bagaimana keadaan para pemuda pemudi nantinya ditahun tahun kedepan, jika orang tuanya saja bahkan bangga saat anaknya bergonta ganti pacar. Pulang sekolah gandengan tangan, pake panggilan sayang-sayangan. Kalo lagi berantem main kata-kata-an, belajarpun jadi berantakan. Kan kasian, anak sekolahan tapi waktunya percuma kebuang. Gimana generasi generasi muda mau jadi generasi super kaan? 

Hingga akhirnya terbersit, kenapa tidak dimulai dari diriku sendiri yang berupaya membuat langkah kecil untuk menebarkan pesan dari orang-orang hebat yang berhasil menyadarkanku melalui tulisan-tulisan hebatnya. Seperti salah satunya kali ini, dari Buku yang berjudul The Perfect Muslimah karya Ahmad Rifa’I Rif’an.
Ingin sekali rasanya dapat melakukan perubahan dari sisi mengajak remaja muda usia2 baligh (kelas 6 sd sampai dengan smp) untuk dapat sadar lebih awal. Untuk dapat melihat indahnya Islam dalam memuliakan. Cinta yang lebih indah dari sekedar pacaran. Usia mudamu begitu sayang kau habiskan untuk kegiatan yang tidak diberkahi. Padahal usia saat belasan, sedang masa-masanya produktif untuk berbagai aktifitas positif. Mencari dan meng-explore diri untuk akhirnya bisa menemukan apa hal-hal yang menjadi passion mereka, pasti akan jauuh lebih keren.

Sampe akhirnya kutemui salah satu mimpiku yang lain : Mengispirasi remaja (khususnya remaja muslimah) dalam mengubah tren pacaran menjadi tren positif produktif untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih ketje! (lebih kece? Kok jadi kaya jargon ultahnya N*T TV ya wqwq?).

Saturday, February 6, 2016

C.I.N.T.A

Cinta adalah fitrah, laiknya anugrah dan hidayah. Allah dengan suka-suka memberikan kepada siapa saja yang dikehdakiNya. Cinta itu menjaga, cinta itu menguatkan, cinta itu memberi semangat, cinta itu membuat hidup semakin nikmat secara hakikat, cinta itu mengajak pada hidup yang bermanfaat, cinta itu membuat kita semakin ingat terhadap akhirat.

"Bila dirimu sekarang sedang menunggu sesorang untuk menjalin kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keistiqamahan.

Demi Allah, dia tidak datang dengan ketampanan, kecantikan, atau kekayaan. Tapi Allah-lah yang menggerakannya.
Jangan tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta kepadanya 
sebelum Allah mengijinkan.

Belum tentu yang kau cintai itu terbaik untukmu.

Siapakah yang lebih mengetahui kecuali Allah?

Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan dekap hati rapat-rapat.

Allah akan menjawab yang lebih indah
di waktu yang tepat."

Dikutip dari Buku Jangan Pernah Menyerah by Aldilla D.Wijaya hal 110-111



Maafin Dwi yang udah kelewat 2 bulan ga nulis di blog :(, padahal di blog nulis sendiri kalo pengen jadi penulis dan harus dibiasain nulis bahkan mesti dipaksa. Akhirnya ini, abis baca buku yang ningkatin semangat dan alhamdulillah bermanfaat bangett,
dan ngutip sebagian kecilnya tentang C.I.N.T.A.
banyak hal-hal lain yang bisa jadi self reminder khususnya bagi temen-temen yang sedang 'berhijrah'. 
Semoga bermanfaat :)


Bekasi, 060216:03.16 pm

Saturday, November 7, 2015

Man Shabara Zhafira



3 hal yang sering kita sebut-sebut tiap hari, 3 hal yang terdengar simple namun tak mudah dijalankan, 3 hal yang mudah diucapkan, namun begitu sulit untuk dibuktikan dalam perbuatan. 
S – I – S = SABAR -  IKHLAS - SYUKUR


Tiap manusia pasti akan menghadapi masa-masa dimana kita harus melewatinya dengan S – I – S itu tadi. Dalam postinganku kali ini aku ingin lebih membahas hal yang pertama yaitu SABAR.  Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialami manusia, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Ada sebuah pepatah berbahasa arab yang berbunyi Man Shabara Zharifa yaitu siapa yang bersabar maka ia akan beruntung. Beruntung? Karena kesabaran merupakan modal dasar bagi para pemenang. Kesabaran membuat kualitas kita yang sabar melejit berkali lipat dibanding orang-orang yang tidak bersabar di jalan Allah. Allah SWT mengatakan dalam firmannya di QS Al Anfal ayat 66 :

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika di antaramu ada seribu orang, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (8: 66)”



Kesabaran juga merupakan modal besar bagi kesuksesan. Kalo ditanya siapa sih yang mau sukses? Pastinya tiap orang yang normal menginginkan untuk menjadi orang yang sukses, tak ada satu pun orang yang memilih untuk menjadi orang yang gagal. Tapi dari semua orang sukses di dunia ini, masing-masing pasti melewati usaha, upaya, perjuangan yang tak mudah disertai dengan doa sampai akhirnya ia mencapai apa yang diinginkannya. Tak ada kesuksesan yang ujug-ujug turun ke orang yang hanya berdiam diri saja menunggu sampai kesuksesan itu datang. Akan tetapi upaya maksimal (ikhtiar) sungguh-sungguh yang disertai dengan doa itu saja belum cukup… 


Antara sungguh-sungguh dan sukses itu ternyata terdapat jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun. Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi dengan kesabaran. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan.

Bagaimanapun tingginya impian dan keinginan, dia tetap wajib dibela dengan perjuangan habis-habisan karena dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka dan akan tercapai. Tapi tidak hanya itu,  dengan iringan sabarlah takdir itu akan terkuak menjadi kenyataan.



Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis dari madu.

Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.



Sumber:
Muslim.or.id
Ranah 3 Warna by Anwar Fuadi
3    Man Shabara Zhafira by Ahmad Rifa’I Rif’an
Copyright © Dwi Cahyanti. Powered by Blogger.

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top