Pacarmu belum tentu jodohmu. Jangan jatuhkan cintamu pada orang yang
belum halal bagimu, hanya karena satu alasan, bahwa dia belum tentu jodoh
terbaik yang dipersiapkan oleh Tuhan untukmu.
Jika kau memiliki rasa cinta yang hebat kepada seseorang, bangunlah di
tengah malam lalu panjatkan doa padaNya. “Tuhan, jika dia orang yang baik bagi
kebaikan agamaku, duniaku, dan akhiratku, tolong pertemukan kami dalam bingkai
yang halal. Tapi jika dia orang yang bakal meruntuhkan agamaku, melemahkan
duniaku, dan menyengsarakan akhiratku, maka jauhkan hamba darinya dengan
caraMu.
Biarkan Tuhan yang Maha Memilihkan
Bait prosa diatas rasanya amat sangat sesuai dengan
apa hidayah yang sedang aku dapat di beberapa tahun ini. Ya, lagi-lagi membahas
mengenai pacaran dan jodoh. Hm.. tapi ya ini dia, usia usia 20an apalagi yang
hampir menginjak 23 tahun (woh.. gakerasa kurang beberapa hari lagi menginjak
23 thn saat aku menuliskan tulisan ini :’) ) memang sedang “in” nya membahas
mengenai jodoh. Tapi sungguh aku ingin sekali memosting
tentang ini, karna aku melihat fenomena saat ini yang begitu mengkhawatirkan. Bagaimana
tidak, anak-anak dibawah umur saat ini.. mereka sudah biasa sekali pacaran, bahkan
siswa-siswi SD kelas 2 atau 3 sekalipun. Walaupun, kata orang mungkin itu hanya
cinta-cintaan alias cinta monyet, tapi jika dibiarkan berlarut larut, maka
akhlak generasi-generasi muda yang akan datang akan semakin tak karuan.
Aku melihat begitu besar dampak dari hal yang tadinya
diremehkan ini, ah cuma cinta monyet. Ntah mengapa aku berpikiran bahwa
fenomena ini begitu berdampak luas. Bagaimana keadaan para pemuda pemudi
nantinya ditahun tahun kedepan, jika orang tuanya saja bahkan bangga saat anaknya
bergonta ganti pacar. Pulang sekolah gandengan tangan, pake panggilan
sayang-sayangan. Kalo lagi berantem main kata-kata-an, belajarpun jadi
berantakan. Kan kasian, anak sekolahan tapi waktunya percuma kebuang. Gimana
generasi generasi muda mau jadi generasi super kaan?
Hingga akhirnya terbersit, kenapa tidak dimulai dari
diriku sendiri yang berupaya membuat langkah kecil untuk menebarkan pesan dari
orang-orang hebat yang berhasil menyadarkanku melalui tulisan-tulisan hebatnya.
Seperti salah satunya kali ini, dari Buku yang berjudul The Perfect Muslimah
karya Ahmad Rifa’I Rif’an.
Ingin sekali rasanya dapat melakukan perubahan dari
sisi mengajak remaja muda usia2 baligh (kelas 6 sd sampai dengan smp) untuk
dapat sadar lebih awal. Untuk dapat melihat indahnya Islam dalam memuliakan. Cinta
yang lebih indah dari sekedar pacaran. Usia mudamu begitu sayang kau habiskan
untuk kegiatan yang tidak diberkahi. Padahal usia saat belasan, sedang
masa-masanya produktif untuk berbagai aktifitas positif. Mencari dan meng-explore diri untuk akhirnya bisa
menemukan apa hal-hal yang menjadi passion mereka, pasti akan jauuh lebih keren.
Sampe akhirnya kutemui salah satu mimpiku yang lain : Mengispirasi remaja (khususnya remaja muslimah) dalam mengubah tren pacaran
menjadi tren positif produktif untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang
lebih ketje! (lebih kece? Kok jadi kaya jargon ultahnya N*T TV ya wqwq?).

0 comments:
Post a Comment