Thursday, August 10, 2017

NAIK KELAS

3:41 PM



Ibarat murid di sekolah, suatu saat pasti akan dihadapkan dengan ujian. Ntah itu ujian harian ataupun ujian nasional. Begitu juga hidup manusia, pasti akan ada ujian. Tapi, seperti ujian di sekolah, ujian itu tidak akan lebih lama dari lamanya waktu belajar itu sendiri. Paling-paling seminggu, dua minggu. Jika dibandingkan waktu sekolah yang bisa sampai 3 bahkan 6 tahun. Dan ujian sekolah juga bukan dibuat untuk mencelakakan murid2nya, tapi ujian itu ada untuk mengukur kualitas murid yang nantinya murid itu akan bisa naik kelas - jika bisa menjawab soal ujian dengan baik. Nahh…  apalagi dengan ujian kehidupan yang datangnya dari Allah.
“Ujian di sekolah aja kita bela2in berjuang untuk bisa dapet nilai bagus/naik kelas/gelar sarjana dan kita mau bayar untuk itu. So, apalagi ujian dari Allah untuk menaikan kelas kita di mata Allah ”



Poin2 tentang ujian
1.       Ujian itu pasti ada
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabuut: 2)

2.       Ujian itu pasti sudah terukur
Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang hembusan anginnya. Allah menguji suatu manusia pasti sudah terukur dosisnya dan Allah tau persis ukuran setiap orang kaya gimana atau udah di kelas berapa.
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286)

3.       Ujian itu pasti untuk kebaikan
Semua ujian untuk kebaikan, untuk menaikan derajat, makanya manusia harus berbaik sangka.

“Sungguh menakjubkan orang yang beriman, seluruh urusannya baik”. Jika diberikan ujian dia bersabar, jika mendapat nikmat dia bersyukur.

4.       Ujian bentuknya bisa kesenangan dan kesusahan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS. Al Anbiya: 35).
Malahan ujian kesenangan biasanya jauh lebih berat saat menimpa manusia. Seperti orang yang dipuji dengan orang yang di caci. Kebanyakan orang di puji sering terlena dibandingkan yang dicaci jadi banyak berdoa.

Ujian dari Allah dibandingkan dengan ujian sekolah jauh lebih enak ujian dari Allah. Karena… kalo ujian sekolah mana boleh kita nyerahin soal kita ke yang bikin soal buat minta kunci jawabannya apa, kalo ujian dari Allah justru kita gausah pusing2 nyeleseinnya sendiri, kaya di doa ini nih :
“Duhai Allah Yang Maha Hidup dan Mengurus segala-galanya sendiri secara terus menerus, dengan rahmatMu perbaikilah urusan hamba seluruhnya, dan jangan serahkan kepadaku (tanpa mendapat pertolongan dariMu) walau hanya sekejap mata." 
Jadi… ujian dari Allah itu bukan untuk kita selesaikan sendiri, tapi ujian dari Allah itu cara untuk kita jadi makin dekat padaNya.

“ORANG TIDAK LULUS BUKAN KARNA SOALNYA, TAPI… KARNA SALAH JAWABANNYA.”
“YANG PENTING BUKAN UJIANNYA, TAPI SIKAP TERHADAP JAWABAN SOAL UJIAN.” - Gurunda AaGym

Keseluruhan tulisan diatas disadur dari isi ceramah KH. Abdullah Gymnastiar (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya aamiin)

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top