Ibarat murid di sekolah, suatu saat pasti akan
dihadapkan dengan ujian. Ntah itu ujian harian ataupun ujian nasional. Begitu
juga hidup manusia, pasti akan ada ujian. Tapi, seperti ujian di sekolah, ujian
itu tidak akan lebih lama dari lamanya waktu belajar itu sendiri. Paling-paling
seminggu, dua minggu. Jika dibandingkan waktu sekolah yang bisa sampai 3 bahkan
6 tahun. Dan ujian sekolah juga bukan dibuat untuk mencelakakan murid2nya, tapi
ujian itu ada untuk mengukur kualitas murid yang nantinya murid itu akan bisa
naik kelas - jika bisa menjawab soal ujian dengan baik. Nahh… apalagi dengan ujian kehidupan yang datangnya
dari Allah.
“Ujian di sekolah aja kita bela2in berjuang untuk bisa dapet nilai bagus/naik kelas/gelar sarjana dan kita mau bayar untuk itu. So, apalagi ujian dari Allah untuk menaikan kelas kita di mata Allah ”
Poin2 tentang ujian
1.
Ujian
itu pasti ada
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap
hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari
orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang
mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu
bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang
patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka
dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka
tidak diuji? (QS. Al-Ankabuut: 2)
2.
Ujian
itu pasti sudah terukur
Semakin tinggi
pohon, maka semakin kencang hembusan anginnya. Allah menguji suatu manusia pasti sudah
terukur dosisnya dan Allah tau persis ukuran setiap orang kaya gimana atau udah
di kelas berapa.
Allah tidak akan membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286)
3.
Ujian
itu pasti untuk kebaikan
Semua ujian
untuk kebaikan, untuk menaikan derajat, makanya manusia harus berbaik sangka.
“Sungguh menakjubkan orang yang beriman,
seluruh urusannya baik”. Jika diberikan ujian dia bersabar, jika mendapat
nikmat dia bersyukur.
4.
Ujian
bentuknya bisa kesenangan dan kesusahan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS. Al Anbiya:
35).
Malahan ujian
kesenangan biasanya jauh lebih berat saat menimpa manusia. Seperti orang yang
dipuji dengan orang yang di caci. Kebanyakan orang di puji sering terlena dibandingkan
yang dicaci jadi banyak berdoa.
Ujian dari Allah dibandingkan dengan ujian sekolah
jauh lebih enak ujian dari Allah. Karena… kalo ujian sekolah mana boleh kita
nyerahin soal kita ke yang bikin soal buat minta kunci jawabannya apa, kalo
ujian dari Allah justru kita gausah pusing2 nyeleseinnya sendiri, kaya di doa
ini nih :
“Duhai Allah Yang Maha Hidup dan Mengurus segala-galanya sendiri secara terus menerus, dengan rahmatMu perbaikilah urusan
hamba seluruhnya, dan jangan serahkan kepadaku (tanpa mendapat pertolongan
dariMu) walau hanya sekejap mata."
Jadi… ujian dari Allah itu bukan untuk kita selesaikan sendiri, tapi ujian dari Allah itu cara untuk kita jadi makin dekat padaNya.
Jadi… ujian dari Allah itu bukan untuk kita selesaikan sendiri, tapi ujian dari Allah itu cara untuk kita jadi makin dekat padaNya.
“ORANG TIDAK LULUS BUKAN KARNA SOALNYA, TAPI… KARNA SALAH JAWABANNYA.”“YANG PENTING BUKAN UJIANNYA, TAPI SIKAP TERHADAP JAWABAN SOAL UJIAN.” - Gurunda AaGym
Keseluruhan tulisan diatas disadur dari isi ceramah
KH. Abdullah Gymnastiar (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya aamiin)


0 comments:
Post a Comment