Showing posts with label Inspirasi Kisah. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi Kisah. Show all posts

Monday, March 12, 2018

My Hijrah Story (2)



Aku masih berharap agar dosbingku berubah, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, tak mungkin ada perubahan dosen pembimbing. Aku terimalah takdirku ini dengan ikhlas dan banyak-banyak berdoa :’). Aku coba susun tema awalku tentang pencahayaan dan aku konsultasikan ke dosbingku. Akan tetapi beliau mempertanyakan apakah memang pencahyaan yang menjadi problem utama di tempat penelitianku. Akhirnya.. aku memutuskan untuk balik ke Jakarta melakukan survey awal penelitian dan pengukuran fisik lingkungan kerja disana. Dan ternyata, pencahayaan bukanlah menjadi permasalahan utama yang ada di tempat kerja kakak ku. Sudah beberapa kali aku menyusun BAB 1 dan akhirnya aku memutuskan untuk mengubah judul skripsiku.

Disaat lain, masa-masa skripsi ialah masanya berjuang masing-masing. Yang tadinya kami (aku dan teman-teman serta sahabat seangkatan) sering janjian bersama untuk kekampus, nebeng bareng, makan bareng selepas kuliah, kini kita punya jadwal dan kesibukan skripsi masing-masing. Sesekali aku dan sahabatku melepas penat di akhir pekan untuk kumpul main atau makan bersama. Alih-alih ingin melepas penat, saat sharing dengan ke-4 sahabatku lainnya (aku punya sebut saja gang kecil yang berjumlah 5 orang kesemuanya perempuan) malah membuat aku down huhu. Ketika yang lain cerita kalo skripsinya sudah di acc BAB I bahkan BAB 2, aku sendiri malah masih berganti judul skripsi. Apalagi kalo bertemu teman-teman atau kakak senior yang bertanya, “Dece, dek, kamu dapet dosbing siapa nih?” aaah sudah dapat kuduga gimana ekspresi mereka setelah ku jawab pertanyaanya itu. Benar saja, banyak yang memulai dengan tawa kecil ataupun ucapan semangat yang agak mengejek. Aku sempet down, dan banyak berdiam diri di kosan untuk mencapai target skripsiku di acc secepatnya dan dapat lulus tepat waktu.

Selama menghabiskan banyak waktu di kosan, dengan berbekal wifi kost, aku mencoba mencari pencerah hati yang sedang down wkwk. Aku downloadlah beberapa ceramah dari KH Aagym dan Ustadz YM. Qadarullah.. ada ceramah dari Aagym yang rasanya amat sesuai dengan kondisiku saat itu. Seketika aku mengintrospeksi diri, menangis dan bertaubat. Kata-kata beliau yang masih ku ingat sampai saat ini, Apa pun hal yang kita alami dalam hidup, yang terpenting ialah membuat kita makin dekat dengan Allah.

Sunday, December 10, 2017

My Hijrah Story (1)



Salah 1 hal yang membuat aku hijrah untuk lebih dekat kepada Allah adalah saat masa kuliah di tingkat akhir, masa-masanya mahasiswa berjuang dengan skripsinya masing-masing. 
 
Kira-kira di pertengahan tahun 2014, mahasiwa tingkat akhir diminta untuk mempersiapan apa kira-kira tema penelitian yang akan diambil untuk dijadikan bahan skripsinya. Tapi dari awal yang terpikir olehku ialah tempat untuk mengambil data penelitian, bukannya  tema apa yang ingin aku pilih. Dari awal langsung terpikir tempat kerja kakak ku lah yang sepertinya pas untuk dijadikan tempat penelitian. Selain karena kakak ku kerja disana, jadi insyaAllah lebih mudah dalam perizinan (hehe asas kekeluargaan), aku pun bisa balik ke rumah saat masa-masa pengambilan data karena kantor kakak ku berada di Jakarta.

Sampai akhirnya aku menemukan tema yang sepertinya aku suka dan aku berharap mendapatkan dosen yang sesuai harapanku. Saat sharing-sharing dengan kakak kelas, banyak dari mereka mewanti-wanti agar mencari tema yang pas, jangan sampai kedapetan dosen yang “terkenal susah” lulusnya dan susah dalam penelitiannya. Ada dosen kami yang bernama Bpk Ari Suwondo (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya). Beliau biasanya menjadi dosen untuk mahasiswa yang mengambil tema toksikologi ataupun penelitian yang membutuhkan uji laboratorium untuk sampelnya. Dan aku termasuk salah 1 dari banyak anak kelas k3 lainnya yang sepertiya sangat menghindari tema ini >.<.
 
Aku memilih tema pencahayaan awalnya, desain penerangan kerja sesuai dengan K3. Dan saat pembagian dosen pembimbing ternyataa, jeng jeng… namaku menjadi salah 1 dari (hanya) 4 mahasiswa lain (yang semuanya perempuan) yang mendapat dosen pembimbing utamanya ialah Bapak dr. Dr Ari Suwondo MKes dokter sekaligus doktor yang terkenal perfeksionis dan luar biasa cerdas. Saat tau info ini.. pertamakali yang terucap ialah istighfar dalam-dalam dan bertanya-tanya dalam hati kenapa bisa dapet dosbing beliau :’)



Thursday, August 10, 2017

NAIK KELAS



Ibarat murid di sekolah, suatu saat pasti akan dihadapkan dengan ujian. Ntah itu ujian harian ataupun ujian nasional. Begitu juga hidup manusia, pasti akan ada ujian. Tapi, seperti ujian di sekolah, ujian itu tidak akan lebih lama dari lamanya waktu belajar itu sendiri. Paling-paling seminggu, dua minggu. Jika dibandingkan waktu sekolah yang bisa sampai 3 bahkan 6 tahun. Dan ujian sekolah juga bukan dibuat untuk mencelakakan murid2nya, tapi ujian itu ada untuk mengukur kualitas murid yang nantinya murid itu akan bisa naik kelas - jika bisa menjawab soal ujian dengan baik. Nahh…  apalagi dengan ujian kehidupan yang datangnya dari Allah.
“Ujian di sekolah aja kita bela2in berjuang untuk bisa dapet nilai bagus/naik kelas/gelar sarjana dan kita mau bayar untuk itu. So, apalagi ujian dari Allah untuk menaikan kelas kita di mata Allah ”



Poin2 tentang ujian
1.       Ujian itu pasti ada
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabuut: 2)

2.       Ujian itu pasti sudah terukur
Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang hembusan anginnya. Allah menguji suatu manusia pasti sudah terukur dosisnya dan Allah tau persis ukuran setiap orang kaya gimana atau udah di kelas berapa.
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286)

3.       Ujian itu pasti untuk kebaikan
Semua ujian untuk kebaikan, untuk menaikan derajat, makanya manusia harus berbaik sangka.

“Sungguh menakjubkan orang yang beriman, seluruh urusannya baik”. Jika diberikan ujian dia bersabar, jika mendapat nikmat dia bersyukur.

4.       Ujian bentuknya bisa kesenangan dan kesusahan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS. Al Anbiya: 35).
Malahan ujian kesenangan biasanya jauh lebih berat saat menimpa manusia. Seperti orang yang dipuji dengan orang yang di caci. Kebanyakan orang di puji sering terlena dibandingkan yang dicaci jadi banyak berdoa.

Ujian dari Allah dibandingkan dengan ujian sekolah jauh lebih enak ujian dari Allah. Karena… kalo ujian sekolah mana boleh kita nyerahin soal kita ke yang bikin soal buat minta kunci jawabannya apa, kalo ujian dari Allah justru kita gausah pusing2 nyeleseinnya sendiri, kaya di doa ini nih :
“Duhai Allah Yang Maha Hidup dan Mengurus segala-galanya sendiri secara terus menerus, dengan rahmatMu perbaikilah urusan hamba seluruhnya, dan jangan serahkan kepadaku (tanpa mendapat pertolongan dariMu) walau hanya sekejap mata." 
Jadi… ujian dari Allah itu bukan untuk kita selesaikan sendiri, tapi ujian dari Allah itu cara untuk kita jadi makin dekat padaNya.

“ORANG TIDAK LULUS BUKAN KARNA SOALNYA, TAPI… KARNA SALAH JAWABANNYA.”
“YANG PENTING BUKAN UJIANNYA, TAPI SIKAP TERHADAP JAWABAN SOAL UJIAN.” - Gurunda AaGym

Keseluruhan tulisan diatas disadur dari isi ceramah KH. Abdullah Gymnastiar (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya aamiin)

Saturday, July 22, 2017

#MendoakanDariJauh

“Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan terasa sakit.” (HR. Muslim).

Ya Rabb...
Mungkin doa2 kami disini tak sebanding dengan perjuangan mereka para mujahid fiisabilillah yang ridho lillahitaala membela agamaMu dalam keadaan apapun.

Mungkin doa2 kami dalam keadaan lapang disini, tidak sesusah mereka yang dalam sholatnya saja harus dipantau oleh tentara bersenjata.

Walau hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk membantu sodara2 kami disana, semoga doa2 kami dari jauh yang pasti Engkau dengar dan insyaAllah diaminkan oleh para malaikatMu, bisa menjadi kekuatan besar bagi saudara2 kami kaum muslimin/at di Palestin dan dimanapun mereka berada.

Bekasi, 220717
--------------------------------------------------------- .
Doa Qunut Nazilah (yang bisa kita jadikan doa untuk membantu sodara muslim yang terdzolimi)

“Ya Allah, Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka perbaikilah hubungan di antara mereka, dan menangkanlah mereka di atas musuh-Mu dan musuh mereka.”

“Ya Allah, Laknatlah orang-orang kafir yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan Rosul2Mu, dan memerangi wali2Mu.Ya Allah, Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka, goyangkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”

"Ya Allah tolonglah saudara kami yang terzholimi di Palestina dan dimanapun mereka berada. Ya Allah tolonglah saudara kami mujahidin di Palestina dan dimanapun mereka berada. Tolonglah mereka dengan pertolongan yang kuat, turunkanlah kepada mereka sakinah, jadilah Engkau penolong dan pelindung mereka."

"Ya Allah mereka terzhalimi maka belalah mereka, mereka faqir maka berilah mereka kecukupan, rahmatilah orang yang meninggal di antara mereka, sembuhkanlah yang luka di antara mereka, terimalah yang mati syahid di antara mereka, ya Allah dukunglah mereka dengan dukunganMu, jagalah mereka dengan penjagaanMu, Wahai Dzat Yang Maha Kuat Maha Perkasa."



#prayforalaqsa #qunutnazilah #prayforpalestine #alaqsa

Saturday, October 8, 2016

Yuk, yang Muda yang Menginspirasi!


Akhwat remaja pastinya udah ga asing dengan aktor muda tampan bernama Hamas Syahid. Menurutku gacuma tampan fisik, tp juga akhlaknya insyaAllah. Pemilik nama lengkap Hamas Syahid Izzudin, pemuda yang mulai terkenal melalui film layar lebar ini memiliki semangat dakwah melalui film positif. Ia ingin mengajak pemuda/di untuk mengidolakan the only one panutan terbaik yaitu Rasulullah SAW.

Seharusnya sosok seperti Mas Hamas bisa dijadikan contoh buat anak-anak muda jaman sekarang, jangan cuma galau2an ya yang jadi tren hiks. Taat agama, sederhana, jago ngaji, menginspirasi, banyak prestasi dan tetep gaul saat melihat sosok beliau. Selain jago ngaji (masyaAllah suara ngajinya), kedekatan Mas Hamas dengan sang ibu dan adik perempuannya, menunjukkan betapa menjaganya Mas Hamas kepada wanita. Siapa yang ga iri ngeliat Mas Hamas dan adik perempuannya lewat foto atau video yang di upload lewat socmednya yang kaka-able bgt.
Beliau juga ramah. Makanya ga salah kalo Mas Gagah (nama perannya dalam film KMGP) banyak fansnya.

Aku begitu terinspirasi (juga) dengan Ummi Yulyani (Bunda Mas Hamas) terutama dalam cara mendidik anak. Mulai dalam kandungan Ummi sudah mempersiapkan anak2nya agar menjadi anak-anak yang soleh soleha hafiz hafizoh. Saat hamil ummi setiap hari mengulang ulang bacaan quran bukan lewat rekaman tapi langsung dari suara beliau sampai dengan ratusan kali. Makanya ga heran anak2 ummi 'jadi' semua, masyaAllah ya :").

Dan alhamdulillaah beberapa waktu lalu dapet kesempatan foto bareng Mas Hamas hihi, tapi belum sempet foto brg Umminya :(.
Semoga Allah SWT menjaga keistiqomahan beliau dan keluarga dalam berdakwah serta sebagai agen2 muslim dalam kereta kebaikan. :)

 

Thursday, October 6, 2016

Keep Fight, Keep Hamasah! #1

Rutinitas baruku di tiap Hari Sabtu pagi: belajar bersama adik-adik manis dan cantik ini.

Saat mereka melihat dari kejauhan, masyaAllah semangat mereka selalu membuatku tak ingin absen berjumpa dengan mereka. "Kak Dwi udah dateng.. ayo masuk ayo masuk". Aaah gimana ga meleleh liatnya. 


Walau awalnya saat aku diminta untuk membantu menjadi kaka mentor di SMP Terbuka Assalam di daerah Pondok Gede ini tidak aku terima, akan tetapi mengingat salah satu mimpiku untuk dapat menginspirasi remaja-remaja muslimah melalui media "motivateen" seakan-akan menjadi bisikan penyemangat untukku. Apa mungkin ini cara Allah dalam membuka jalan untukku untuk dapat "sharing for self reminding". 

Tambah lagi beberapa cerita temanku, menginfokan kalo mengisi mentoring di sekolah-sekolah terbuka jauh lebih sulit dibandingkan di sekitaran rumah yang statusnya mereka sudah mempunyai pondasi agama dari keluarga maupun dari sekolahnya. Mendengar itu, nyaliku menciut kembali. Akan tetapi, aku jawab pada murrobiahku 
"InsyaAllah Bu, aku bersedia kalo memang waktunya di hari weekend, tapi aku masih miskin ilmu bgt Bu. Gimana bisa jd kk mentor". 
 "Mereka malah masih sangat awam, dan banyak yang belum pernah ikut pengajian sebelumnya. Pasti bisa insyaAllah, dan bayangin pahalanya buat bisa sharing2 ilmu agama ke orang lain" jawab murrobiahku saat itu. 
Akhirnya aku pun membulatkan tekad untuk menjadi volunteer di SMP Terbuka tersebut.

Pertama kali mengisi disana, ada perasaan gugub dan cemas membayangkan bagaimana adek-adeknya nanti yaa. Kalo pada berisik gabisa diem, iseng, atau yang lain gimana. bisikku dalam hati. Dan pas hari pertama pun, tanganku dingin krn gugub hehehe_-_. 
Saat itu aku memegang anak-anak kelas 8 yang jumlahnya cukup banyak lebih dari 10 orang. Di pertemuan selanjutnya, banyak kk mentor yang berhalangan hadir, dan mau tidak mau beberapa kelompok harus digabung menjadi satu. Nah saat ini lah aku merasa sangat diuji. Suaraku yang tak terlalu besar dan nyaring kalah dengan riuhnya suara anak-anak yang mungkin lebih dari 20 orang. Ada yang asik ngobrol sendiri bersama teman sebelahnya, ada juga yang bisik-bisik sambil tertawa. Namanya juga remaja pasti macam-macam kelakuannya, tapi masih sangat wajar bgt kok. Setelah mengisi di hari itu, rasanya aku gamau dateng lagi minggu depan krn memang cukup melelahkan mengkondisikan remaja perempuan :') *loh aku kan juga perempuan ya wkwk. Beberapa kali aku tidak hadir, karena beberapa alasan. Sering liqoku diisi juga dihari Sabtu pagi, atau kadang terbentur acara seminar/kajian, pernah juga ketika semangat sedang turun, badan terasa tidak enak sedikit aku jadi enggan buat datang. Tapi sampe akhirnya....

lanjut di next #2

Saturday, August 29, 2015

Lihatlah Kisah Ini, Tak Malukah Jika Kita Masih Sering Mengeluh....



Sudah jarang rasanya menonton tv semenjak kuliah apalagi di pagi hari. Akan tetapi pagi ini berbeda, sembari sarapan nasi uduk yang telah disediakan ibuku dirumah aku menonton salah satu acara tv yang ditayangkan oleh Trans7 dengan nama "Buatku Tersenyum". Awalnya tak ada niatan untuk fokus melihat acara tv saat itu dan aku pun tak tau itu acara apa.

Saat aku menyalakan tv aku lihat seorang host dengan berpakaian ala dokter sedang berbincang pada seorang anak kecil perempuan yang ditemani ayah dan ibunya. Aku tak begitu memperhatikan dan melanjutkan makanku. Sang host bertanya pada anak kecil berusia 6 tahun itu, "Adek sakit apa?", anak kecil tadi menjawab dengan polos dan santainya "Aku sakit kanker darah". Aku yang sedang makan sambil mendengar tanpa melihat ke arah tv seakan terpancing untuk mengarahkan mata segara pada televisi. Aku kaget akan jawaban anak tadi, apa hanya bercanda atau setingan belaka. Seorang anak kecil sedang manja dipangkuan ayahnya, lugu, manis, dikuncir dua seperti gadis kecil pada umumnya. Tapi anak ini beda, ia benar-benar penderita leukimia, mataku mulai berair terharu melihat acara itu. Tiap jawabannya tak ada sedikit pun menggambarkan air mata atau sedih dari gadis kecil ini. Host melanjutkan bertanya "Kaya apa sih rasanya anisa?", "Gaenak  rasanya, palanya pusing", "Terus kalo pusing ngapain dong?", gadis tadi menjawab "Kalo pas lagi pusing enaknya tidur hehe".

Begitu lugunya jawaban gadis kecil yang ternyata bernama anisa. Sambil bertanya-tanya dalam hatiku di usianya yang sangat belia bagaimana bisa ia mengidap kanker darah. Mungkin ia belum mengerti apa itu penyakit yang ia idap dan bagaimana orang lain yang mendengar akan ketakutan ketika mendengar penyakit itu apalagi sebagai penderita. Tapi sungguh tak ada sedikitpun kesedihan pada wajahnya malahan ia adalah sosok yang periang. Tim "Buatku Tersenyum"memiliki misi untuk mewujudkan apa impian dari gadis kecil ini seperti judul acaranya mereka ingin membuat hari-hari anisa ceria tersenyum dan lupa akan penyakitnya.
Ternyata anisa sangat mengidolakan Elsa tokoh disney pada film Frozen. Segala macam benda bergambar frozen ia punya. Dan ia sering bercerita pada sang ibu bahwa ia ingin sekali bertemu elsa suatu saat nanti. Tapi apa daya sang ibu hanya bisa bercerita bahwa elsa itu jauh dan tidak bisa ditemui langsung.

Setelah iklan, acara kembali mulai dan anisa diberi kejutan oleh tim yang mendatangkan tokoh Olif boneka bola salju dalam film Frozen, ia membawa surat untuk anisa. Daan... begitu girangnya anisa karena ternyata surat tadi adalah undangan bermain ke rumah Elsa dari Elsa untuk Anisa. Tim menyeting tempat bermain ice skate di salah satu mall seakan-akan seperti latar salju dalam film Frozen dengan penari-penari yang bermain ice skating. Penari yang mengetahui bahwa surprise ini untuk seorang anak penderita leukimia begitu antusias dan semangat latihan.

Akhirnya anisa pun dibawa ke lokasi, ia ditempatkan di tengah lapangan ice skate dan dijamu tarian oleh penari-penari dengan kostum seperti pada film Frozen. Sampai akhirnya sosok Elsa pun muncul, dengan wajah gadis kecil ini yang masih kaget, heran dan bingung dia di arahkan pada Elsa. Senyum malu-malu campur senang menghiasi gadis manis ini. Sang ibu dan ayah yang berada di pinggir lapangan menangis terharu tak tertahan, begitu pula host-host acara itu dan penari-penari tadi. Mataku berkaca-kaca membayangkan betapa kuatnya gadis kecil ini, aku yang diberikan nikmat sehat terkadang masih sering mengeluh, terkadang masih suka bersedih, terkadang masih tidak semangat untuk menjalani hari. Saat sedang diberi cobaan sakit kadang merasa lemas loyo, senyumpun seolah berat.

Acara-acara seperti ini lah yang perlu ditampilkan untuk memberikan semangat pada kita semua. Saat kita merasa bahwa cobaan begitu keras lihatlah masih banyak orang diluar sana yang diberikan cobaan lebih dari apa yang kita dapatkan, tapi ia tetap bersabar dan tidak mengeluh.
Lihiatlah kisah ini, masihkah kita tak mau bersyukur dan tak malukah kita jika masih sering mengeluh?


Terinspirasi dari acara BUATKU TERSENYUM Trans7 edisi Sabtu, 29 Agustus 2015

290815:10am

Monday, August 24, 2015

Siapa Bilang Iri itu Ga Boleh?

Ust. Bobby Herwibowo Lc. dengan PRISMA Pemuda Remaja Islam Masjid Agung At-Tin




Jika melihat judul barusan mungkin sebagian tak setuju dan protes karena iri atau hasad merupakan salah satu sifat yang tidak baik. Tapi coba baca dulu perbedaan jenis iri berikut. Iri alias dengki alias hasad secara mudah dapat dimaknai dengan susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah. Dengan kata lain si pendengki benci dan tidak suka kepada kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat. Iri seperti ini lah yang tercela dan harus dijauhi dari kita semua. Tetapi jika iri karena ingin sama dengan orang yang kita lihat tanpa berharap berkurangnya nikmat/kebaikan dari orang tadi, inilah yang diperbolehkan. Iri yang kedua ini yang disebut ghibthoh. Nah, iri ghibthoh pada hal apa aja sih yang diperbolehkan?
 
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Di hari Ahad kemarin, aku benar-benar merasakan iri pada orang lain, tapi irinya yang positif loh ya hehe (ghibthoh). Alhamdulillah setelah lebih dari 2 bulan tidak kembali berkumpul untuk pengajian (semacam pengajian tarbiyah dengan beberapa teman puteri satu fakultas dalam 1 kelompok dan biasanya  dilaksanakan seminggu sekali) karena aku sudah kembali ke rumah, Hari Ahad kemarin aku pun memulai kegiatan itu kembali dengan kelompok baru yang berada di dekat rumah. Awalnya aku ragu untuk datang pagi itu, karena aku belum mengenali satu pun anggota dalam satu kelompokku yang baru, apalagi dengan murrobiku nanti. Akan tetapi semangat untuk memperbaiki ilmu (agama) dan mecari lingkungan yang dapat senantiasa mengingatkan pada kebaikan mengalahkan rasa raguku untuk mencoba datang. Suasana berbeda aku dapati dari liqo sebelumnya, kali ini jumlah anggotanya lebih banyak tidak seperti sebelumya tiap hadir liqo tak lebih dari 5 orang dengan personil yang berbeda-beda (padahal 1 kelompokku yang lama terdiri dari 10 orang :’D). Saat sesi setoran hafalan tiba kami diminta berpasangan untuk menyetor hafalan surat terakhir secara bergantian seperti biasanya. Disitulah aku merasa sangat iri, betapa tidak afalan mereka sangat jauh dariku bahkan ada pula yang hafizoh, Subhanallah :’). Minder? yup.. Iri? apalagi hehe. Tapi aku pikir untuk apa aku minder, justru iri positif ini aku jadikan semangat untuk bisa sekeren mereka. 

Sedangkan foto yang aku gunakan pada tulisan ini memberikan kisah iri lainnya masih di hari yang sama. Menghadiri kajian di salah satu masjid daerah TMII yaitu Masjid At-Tin berdasarkan info dari sahabat sekaligus chairmate saat SMP dulu. Awalnya kami berniat untuk datang tadabbur yang rutin diadakan tiap sore di masjid tersebut, namun hari itu ternyata tadabbur tidak diadakan dan diganti oleh kajian yang bertemakan Quran. Walaupun saat kami datang acara sudah mulai beberapa jam, kami tetap ikut dan menyimak kajian tersebut. Adalah Ust. Bobby Herwibowo Lc. salah 1 pembicara yang merupakan founder dari Menghafal Quran Semudah Tersenyum. Beliau juga merupakan pendiri pesantren Askar Kauny pencetak hafiz dan hafizoh yang pesantrennya tanpa biaya sedikit pun alias GRATIS.. Wow. Begitu merinding mendengarkan beliau bercerita akan keajaiban-keajaiban dari menghafalkan Quran serta mengamalkan dan mengajarkannya pada banyak orang. 

Seperti pada hadits yang disebutkan diatas "dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al-Quran dan As-Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya". MasyaAllah, dihari Ahad itu seakan-akan Allah meberikan hikmah sekaligus mengingatkanku untuk iri pada jenis orang-orang seperti mereka yang Allah berikan karunia untuk menghafalkan Quran serta mengamalkannya. Walaupun masih amat jauuh dari mereka, tetapi yakinlah dan lakukanlah, karena Allah pun tidak akan memberi jalan jika kita tidak mau berusaha. Semoga kisah-kisahku memberikan semangat dan motivasi bagi kita semua, diriku sendiri khususnya untuk sama-sama menjadi orang yang membuat orang lain ‘iri dijalan Allah’ dan semangat untuk terus menghafalkan Quran. 

(sumber materi didapat dari rumaysho.com)

240815:07 am
Copyright © Dwi Cahyanti. Powered by Blogger.

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top