Sudah jarang rasanya menonton tv semenjak kuliah apalagi di pagi hari. Akan tetapi pagi ini berbeda, sembari sarapan nasi uduk yang telah disediakan ibuku dirumah aku menonton salah satu acara tv yang ditayangkan oleh Trans7 dengan nama "Buatku Tersenyum". Awalnya tak ada niatan untuk fokus melihat acara tv saat itu dan aku pun tak tau itu acara apa.
Saat aku menyalakan tv aku lihat seorang host dengan berpakaian ala dokter sedang berbincang pada seorang anak kecil perempuan yang ditemani ayah dan ibunya. Aku tak begitu memperhatikan dan melanjutkan makanku. Sang host bertanya pada anak kecil berusia 6 tahun itu, "Adek sakit apa?", anak kecil tadi menjawab dengan polos dan santainya "Aku sakit kanker darah". Aku yang sedang makan sambil mendengar tanpa melihat ke arah tv seakan terpancing untuk mengarahkan mata segara pada televisi. Aku kaget akan jawaban anak tadi, apa hanya bercanda atau setingan belaka. Seorang anak kecil sedang manja dipangkuan ayahnya, lugu, manis, dikuncir dua seperti gadis kecil pada umumnya. Tapi anak ini beda, ia benar-benar penderita leukimia, mataku mulai berair terharu melihat acara itu. Tiap jawabannya tak ada sedikit pun menggambarkan air mata atau sedih dari gadis kecil ini. Host melanjutkan bertanya "Kaya apa sih rasanya anisa?", "Gaenak rasanya, palanya pusing", "Terus kalo pusing ngapain dong?", gadis tadi menjawab "Kalo pas lagi pusing enaknya tidur hehe".
Begitu lugunya jawaban gadis kecil yang ternyata bernama anisa. Sambil bertanya-tanya dalam hatiku di usianya yang sangat belia bagaimana bisa ia mengidap kanker darah. Mungkin ia belum mengerti apa itu penyakit yang ia idap dan bagaimana orang lain yang mendengar akan ketakutan ketika mendengar penyakit itu apalagi sebagai penderita. Tapi sungguh tak ada sedikitpun kesedihan pada wajahnya malahan ia adalah sosok yang periang. Tim "Buatku Tersenyum"memiliki misi untuk mewujudkan apa impian dari gadis kecil ini seperti judul acaranya mereka ingin membuat hari-hari anisa ceria tersenyum dan lupa akan penyakitnya.
Ternyata anisa sangat mengidolakan Elsa tokoh disney pada film Frozen. Segala macam benda bergambar frozen ia punya. Dan ia sering bercerita pada sang ibu bahwa ia ingin sekali bertemu elsa suatu saat nanti. Tapi apa daya sang ibu hanya bisa bercerita bahwa elsa itu jauh dan tidak bisa ditemui langsung.
Setelah iklan, acara kembali mulai dan anisa diberi kejutan oleh tim yang mendatangkan tokoh Olif boneka bola salju dalam film Frozen, ia membawa surat untuk anisa. Daan... begitu girangnya anisa karena ternyata surat tadi adalah undangan bermain ke rumah Elsa dari Elsa untuk Anisa. Tim menyeting tempat bermain ice skate di salah satu mall seakan-akan seperti latar salju dalam film Frozen dengan penari-penari yang bermain ice skating. Penari yang mengetahui bahwa surprise ini untuk seorang anak penderita leukimia begitu antusias dan semangat latihan.
Akhirnya anisa pun dibawa ke lokasi, ia ditempatkan di tengah lapangan ice skate dan dijamu tarian oleh penari-penari dengan kostum seperti pada film Frozen. Sampai akhirnya sosok Elsa pun muncul, dengan wajah gadis kecil ini yang masih kaget, heran dan bingung dia di arahkan pada Elsa. Senyum malu-malu campur senang menghiasi gadis manis ini. Sang ibu dan ayah yang berada di pinggir lapangan menangis terharu tak tertahan, begitu pula host-host acara itu dan penari-penari tadi. Mataku berkaca-kaca membayangkan betapa kuatnya gadis kecil ini, aku yang diberikan nikmat sehat terkadang masih sering mengeluh, terkadang masih suka bersedih, terkadang masih tidak semangat untuk menjalani hari. Saat sedang diberi cobaan sakit kadang merasa lemas loyo, senyumpun seolah berat.
Acara-acara seperti ini lah yang perlu ditampilkan untuk memberikan semangat pada kita semua. Saat kita merasa bahwa cobaan begitu keras lihatlah masih banyak orang diluar sana yang diberikan cobaan lebih dari apa yang kita dapatkan, tapi ia tetap bersabar dan tidak mengeluh.
Lihiatlah kisah ini, masihkah kita tak mau bersyukur dan tak malukah kita jika masih sering mengeluh?
Terinspirasi dari acara BUATKU TERSENYUM Trans7 edisi Sabtu, 29 Agustus 2015
290815:10am


0 comments:
Post a Comment