Monday, August 24, 2015

Siapa Bilang Iri itu Ga Boleh?

7:23 AM

Ust. Bobby Herwibowo Lc. dengan PRISMA Pemuda Remaja Islam Masjid Agung At-Tin




Jika melihat judul barusan mungkin sebagian tak setuju dan protes karena iri atau hasad merupakan salah satu sifat yang tidak baik. Tapi coba baca dulu perbedaan jenis iri berikut. Iri alias dengki alias hasad secara mudah dapat dimaknai dengan susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah. Dengan kata lain si pendengki benci dan tidak suka kepada kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat. Iri seperti ini lah yang tercela dan harus dijauhi dari kita semua. Tetapi jika iri karena ingin sama dengan orang yang kita lihat tanpa berharap berkurangnya nikmat/kebaikan dari orang tadi, inilah yang diperbolehkan. Iri yang kedua ini yang disebut ghibthoh. Nah, iri ghibthoh pada hal apa aja sih yang diperbolehkan?
 
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Di hari Ahad kemarin, aku benar-benar merasakan iri pada orang lain, tapi irinya yang positif loh ya hehe (ghibthoh). Alhamdulillah setelah lebih dari 2 bulan tidak kembali berkumpul untuk pengajian (semacam pengajian tarbiyah dengan beberapa teman puteri satu fakultas dalam 1 kelompok dan biasanya  dilaksanakan seminggu sekali) karena aku sudah kembali ke rumah, Hari Ahad kemarin aku pun memulai kegiatan itu kembali dengan kelompok baru yang berada di dekat rumah. Awalnya aku ragu untuk datang pagi itu, karena aku belum mengenali satu pun anggota dalam satu kelompokku yang baru, apalagi dengan murrobiku nanti. Akan tetapi semangat untuk memperbaiki ilmu (agama) dan mecari lingkungan yang dapat senantiasa mengingatkan pada kebaikan mengalahkan rasa raguku untuk mencoba datang. Suasana berbeda aku dapati dari liqo sebelumnya, kali ini jumlah anggotanya lebih banyak tidak seperti sebelumya tiap hadir liqo tak lebih dari 5 orang dengan personil yang berbeda-beda (padahal 1 kelompokku yang lama terdiri dari 10 orang :’D). Saat sesi setoran hafalan tiba kami diminta berpasangan untuk menyetor hafalan surat terakhir secara bergantian seperti biasanya. Disitulah aku merasa sangat iri, betapa tidak afalan mereka sangat jauh dariku bahkan ada pula yang hafizoh, Subhanallah :’). Minder? yup.. Iri? apalagi hehe. Tapi aku pikir untuk apa aku minder, justru iri positif ini aku jadikan semangat untuk bisa sekeren mereka. 

Sedangkan foto yang aku gunakan pada tulisan ini memberikan kisah iri lainnya masih di hari yang sama. Menghadiri kajian di salah satu masjid daerah TMII yaitu Masjid At-Tin berdasarkan info dari sahabat sekaligus chairmate saat SMP dulu. Awalnya kami berniat untuk datang tadabbur yang rutin diadakan tiap sore di masjid tersebut, namun hari itu ternyata tadabbur tidak diadakan dan diganti oleh kajian yang bertemakan Quran. Walaupun saat kami datang acara sudah mulai beberapa jam, kami tetap ikut dan menyimak kajian tersebut. Adalah Ust. Bobby Herwibowo Lc. salah 1 pembicara yang merupakan founder dari Menghafal Quran Semudah Tersenyum. Beliau juga merupakan pendiri pesantren Askar Kauny pencetak hafiz dan hafizoh yang pesantrennya tanpa biaya sedikit pun alias GRATIS.. Wow. Begitu merinding mendengarkan beliau bercerita akan keajaiban-keajaiban dari menghafalkan Quran serta mengamalkan dan mengajarkannya pada banyak orang. 

Seperti pada hadits yang disebutkan diatas "dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al-Quran dan As-Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya". MasyaAllah, dihari Ahad itu seakan-akan Allah meberikan hikmah sekaligus mengingatkanku untuk iri pada jenis orang-orang seperti mereka yang Allah berikan karunia untuk menghafalkan Quran serta mengamalkannya. Walaupun masih amat jauuh dari mereka, tetapi yakinlah dan lakukanlah, karena Allah pun tidak akan memberi jalan jika kita tidak mau berusaha. Semoga kisah-kisahku memberikan semangat dan motivasi bagi kita semua, diriku sendiri khususnya untuk sama-sama menjadi orang yang membuat orang lain ‘iri dijalan Allah’ dan semangat untuk terus menghafalkan Quran. 

(sumber materi didapat dari rumaysho.com)

240815:07 am

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top