![]() | ||
| Ust. Bobby Herwibowo Lc. dengan PRISMA Pemuda Remaja Islam Masjid Agung At-Tin |
Jika melihat judul barusan mungkin sebagian tak setuju dan
protes karena iri atau hasad merupakan salah satu sifat yang tidak baik. Tapi coba baca dulu perbedaan jenis iri berikut. Iri alias dengki
alias hasad secara mudah dapat dimaknai
dengan susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah.
Dengan kata lain si pendengki benci dan tidak suka kepada kebaikan yang ada
pada orang lain yang ia lihat. Iri seperti ini lah yang tercela dan harus
dijauhi dari kita semua. Tetapi jika iri karena ingin sama dengan orang yang
kita lihat tanpa berharap berkurangnya nikmat/kebaikan dari orang tadi, inilah
yang diperbolehkan. Iri yang kedua ini yang disebut ghibthoh. Nah, iri ghibthoh pada hal apa aja sih yang diperbolehkan?
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ
فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى
الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا
وَيُعَلِّمُهَا
“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua
orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada
jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As
Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di hari Ahad kemarin, aku benar-benar merasakan iri pada
orang lain, tapi irinya yang positif loh ya hehe (ghibthoh). Alhamdulillah setelah lebih dari 2 bulan tidak kembali
berkumpul untuk pengajian (semacam pengajian tarbiyah dengan beberapa
teman puteri satu fakultas dalam 1 kelompok dan biasanya dilaksanakan seminggu sekali) karena aku sudah
kembali ke rumah, Hari Ahad kemarin aku pun memulai kegiatan itu kembali dengan
kelompok baru yang berada di dekat rumah. Awalnya aku ragu untuk datang pagi
itu, karena aku belum mengenali satu pun anggota dalam satu kelompokku yang
baru, apalagi dengan murrobiku nanti. Akan tetapi semangat untuk memperbaiki
ilmu (agama) dan mecari lingkungan yang dapat senantiasa mengingatkan pada
kebaikan mengalahkan rasa raguku untuk mencoba datang. Suasana berbeda aku
dapati dari liqo sebelumnya, kali ini jumlah anggotanya lebih banyak tidak
seperti sebelumya tiap hadir liqo tak lebih dari 5 orang dengan personil yang
berbeda-beda (padahal 1 kelompokku yang lama terdiri dari 10 orang :’D). Saat
sesi setoran hafalan tiba kami diminta berpasangan untuk menyetor hafalan surat
terakhir secara bergantian seperti biasanya. Disitulah aku merasa sangat iri,
betapa tidak afalan mereka sangat jauh dariku bahkan ada pula yang hafizoh,
Subhanallah :’). Minder? yup.. Iri? apalagi hehe. Tapi aku pikir untuk apa aku
minder, justru iri positif ini aku jadikan semangat untuk bisa sekeren mereka.
Sedangkan foto yang aku gunakan pada tulisan ini memberikan
kisah iri lainnya masih di hari yang sama. Menghadiri kajian di salah satu
masjid daerah TMII yaitu Masjid At-Tin berdasarkan info dari sahabat sekaligus chairmate saat SMP dulu. Awalnya kami
berniat untuk datang tadabbur yang
rutin diadakan tiap sore di masjid tersebut, namun hari itu ternyata tadabbur
tidak diadakan dan diganti oleh kajian yang bertemakan Quran. Walaupun saat
kami datang acara sudah mulai beberapa jam, kami tetap ikut dan menyimak kajian tersebut.
Adalah Ust. Bobby Herwibowo Lc. salah 1 pembicara yang merupakan founder dari Menghafal Quran Semudah
Tersenyum. Beliau juga merupakan pendiri pesantren Askar Kauny pencetak hafiz
dan hafizoh yang pesantrennya tanpa biaya sedikit pun alias GRATIS.. Wow. Begitu merinding mendengarkan beliau bercerita akan
keajaiban-keajaiban dari menghafalkan Quran serta mengamalkan dan mengajarkannya
pada banyak orang.
Seperti pada hadits yang disebutkan diatas "dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al-Quran dan As-Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya". MasyaAllah, dihari Ahad itu seakan-akan Allah meberikan
hikmah sekaligus mengingatkanku untuk iri pada jenis orang-orang seperti mereka
yang Allah berikan karunia untuk menghafalkan Quran serta mengamalkannya. Walaupun masih amat jauuh dari mereka, tetapi
yakinlah dan lakukanlah, karena Allah pun tidak akan memberi jalan jika kita tidak
mau berusaha. Semoga kisah-kisahku memberikan semangat dan motivasi bagi kita
semua, diriku sendiri khususnya untuk sama-sama menjadi orang yang membuat orang lain ‘iri dijalan Allah’ dan semangat untuk terus menghafalkan Quran.
(sumber materi didapat dari rumaysho.com)
240815:07 am


0 comments:
Post a Comment