Salah 1 hal yang membuat aku hijrah untuk lebih
dekat kepada Allah adalah saat masa kuliah di tingkat akhir, masa-masanya
mahasiswa berjuang dengan skripsinya masing-masing.
Kira-kira di pertengahan tahun 2014, mahasiwa
tingkat akhir diminta untuk mempersiapan apa kira-kira tema penelitian yang
akan diambil untuk dijadikan bahan skripsinya. Tapi dari awal yang terpikir
olehku ialah tempat untuk mengambil data penelitian, bukannya tema apa yang ingin aku pilih. Dari awal
langsung terpikir tempat kerja kakak ku lah yang sepertinya pas untuk dijadikan
tempat penelitian. Selain karena kakak ku kerja disana, jadi insyaAllah lebih
mudah dalam perizinan (hehe asas kekeluargaan), aku pun bisa balik ke rumah
saat masa-masa pengambilan data karena kantor kakak ku berada di Jakarta.
Sampai akhirnya aku menemukan tema yang
sepertinya aku suka dan aku berharap mendapatkan dosen yang sesuai harapanku.
Saat sharing-sharing dengan kakak kelas, banyak dari mereka mewanti-wanti agar
mencari tema yang pas, jangan sampai kedapetan dosen yang “terkenal susah”
lulusnya dan susah dalam penelitiannya. Ada dosen kami yang bernama Bpk Ari
Suwondo (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya). Beliau biasanya
menjadi dosen untuk mahasiswa yang mengambil tema toksikologi ataupun
penelitian yang membutuhkan uji laboratorium untuk sampelnya. Dan aku termasuk
salah 1 dari banyak anak kelas k3 lainnya yang sepertiya sangat menghindari
tema ini >.<.
Aku memilih tema pencahayaan awalnya, desain penerangan
kerja sesuai dengan K3. Dan saat pembagian dosen pembimbing ternyataa, jeng
jeng… namaku menjadi salah 1 dari (hanya) 4 mahasiswa lain (yang semuanya
perempuan) yang mendapat dosen pembimbing utamanya ialah Bapak dr. Dr Ari
Suwondo MKes dokter sekaligus doktor yang terkenal perfeksionis dan luar biasa
cerdas. Saat tau info ini.. pertamakali yang terucap ialah istighfar dalam-dalam
dan bertanya-tanya dalam hati kenapa bisa dapet dosbing beliau :’)


0 comments:
Post a Comment