Aku
masih berharap agar dosbingku berubah, akan tetapi nasi sudah menjadi bubur,
tak mungkin ada perubahan dosen pembimbing. Aku terimalah takdirku ini dengan
ikhlas dan banyak-banyak berdoa :’). Aku coba susun tema awalku tentang
pencahayaan dan aku konsultasikan ke dosbingku. Akan tetapi beliau
mempertanyakan apakah memang pencahyaan yang menjadi problem utama di tempat
penelitianku. Akhirnya.. aku memutuskan untuk balik ke Jakarta melakukan survey
awal penelitian dan pengukuran fisik lingkungan kerja disana. Dan ternyata,
pencahayaan bukanlah menjadi permasalahan utama yang ada di tempat kerja kakak
ku. Sudah beberapa kali aku menyusun BAB 1 dan akhirnya aku memutuskan untuk
mengubah judul skripsiku.
Disaat
lain, masa-masa skripsi ialah masanya berjuang masing-masing. Yang tadinya kami
(aku dan teman-teman serta sahabat seangkatan) sering janjian bersama untuk kekampus, nebeng bareng, makan bareng selepas kuliah, kini kita
punya jadwal dan kesibukan skripsi masing-masing. Sesekali aku dan sahabatku
melepas penat di akhir pekan untuk kumpul main atau makan bersama. Alih-alih
ingin melepas penat, saat sharing dengan ke-4 sahabatku lainnya (aku punya sebut
saja gang kecil yang berjumlah 5 orang kesemuanya perempuan) malah membuat aku
down huhu. Ketika yang lain cerita kalo skripsinya sudah di acc BAB I bahkan
BAB 2, aku sendiri malah masih berganti judul skripsi. Apalagi kalo bertemu
teman-teman atau kakak senior yang bertanya, “Dece, dek, kamu dapet dosbing
siapa nih?” aaah sudah dapat kuduga gimana ekspresi mereka setelah ku jawab
pertanyaanya itu. Benar saja, banyak yang memulai dengan tawa kecil ataupun
ucapan semangat yang agak mengejek. Aku sempet down, dan banyak berdiam diri di
kosan untuk mencapai target skripsiku di acc secepatnya dan dapat lulus tepat
waktu.
Selama
menghabiskan banyak waktu di kosan, dengan berbekal wifi kost, aku mencoba
mencari pencerah hati yang sedang down wkwk. Aku downloadlah beberapa ceramah
dari KH Aagym dan Ustadz YM. Qadarullah.. ada ceramah dari Aagym yang rasanya
amat sesuai dengan kondisiku saat itu. Seketika aku mengintrospeksi diri,
menangis dan bertaubat. Kata-kata beliau yang masih ku ingat sampai saat ini, Apa
pun hal yang kita alami dalam hidup, yang terpenting ialah membuat kita makin
dekat dengan Allah.


0 comments:
Post a Comment