Saturday, August 29, 2015

Lihatlah Kisah Ini, Tak Malukah Jika Kita Masih Sering Mengeluh....



Sudah jarang rasanya menonton tv semenjak kuliah apalagi di pagi hari. Akan tetapi pagi ini berbeda, sembari sarapan nasi uduk yang telah disediakan ibuku dirumah aku menonton salah satu acara tv yang ditayangkan oleh Trans7 dengan nama "Buatku Tersenyum". Awalnya tak ada niatan untuk fokus melihat acara tv saat itu dan aku pun tak tau itu acara apa.

Saat aku menyalakan tv aku lihat seorang host dengan berpakaian ala dokter sedang berbincang pada seorang anak kecil perempuan yang ditemani ayah dan ibunya. Aku tak begitu memperhatikan dan melanjutkan makanku. Sang host bertanya pada anak kecil berusia 6 tahun itu, "Adek sakit apa?", anak kecil tadi menjawab dengan polos dan santainya "Aku sakit kanker darah". Aku yang sedang makan sambil mendengar tanpa melihat ke arah tv seakan terpancing untuk mengarahkan mata segara pada televisi. Aku kaget akan jawaban anak tadi, apa hanya bercanda atau setingan belaka. Seorang anak kecil sedang manja dipangkuan ayahnya, lugu, manis, dikuncir dua seperti gadis kecil pada umumnya. Tapi anak ini beda, ia benar-benar penderita leukimia, mataku mulai berair terharu melihat acara itu. Tiap jawabannya tak ada sedikit pun menggambarkan air mata atau sedih dari gadis kecil ini. Host melanjutkan bertanya "Kaya apa sih rasanya anisa?", "Gaenak  rasanya, palanya pusing", "Terus kalo pusing ngapain dong?", gadis tadi menjawab "Kalo pas lagi pusing enaknya tidur hehe".

Begitu lugunya jawaban gadis kecil yang ternyata bernama anisa. Sambil bertanya-tanya dalam hatiku di usianya yang sangat belia bagaimana bisa ia mengidap kanker darah. Mungkin ia belum mengerti apa itu penyakit yang ia idap dan bagaimana orang lain yang mendengar akan ketakutan ketika mendengar penyakit itu apalagi sebagai penderita. Tapi sungguh tak ada sedikitpun kesedihan pada wajahnya malahan ia adalah sosok yang periang. Tim "Buatku Tersenyum"memiliki misi untuk mewujudkan apa impian dari gadis kecil ini seperti judul acaranya mereka ingin membuat hari-hari anisa ceria tersenyum dan lupa akan penyakitnya.
Ternyata anisa sangat mengidolakan Elsa tokoh disney pada film Frozen. Segala macam benda bergambar frozen ia punya. Dan ia sering bercerita pada sang ibu bahwa ia ingin sekali bertemu elsa suatu saat nanti. Tapi apa daya sang ibu hanya bisa bercerita bahwa elsa itu jauh dan tidak bisa ditemui langsung.

Setelah iklan, acara kembali mulai dan anisa diberi kejutan oleh tim yang mendatangkan tokoh Olif boneka bola salju dalam film Frozen, ia membawa surat untuk anisa. Daan... begitu girangnya anisa karena ternyata surat tadi adalah undangan bermain ke rumah Elsa dari Elsa untuk Anisa. Tim menyeting tempat bermain ice skate di salah satu mall seakan-akan seperti latar salju dalam film Frozen dengan penari-penari yang bermain ice skating. Penari yang mengetahui bahwa surprise ini untuk seorang anak penderita leukimia begitu antusias dan semangat latihan.

Akhirnya anisa pun dibawa ke lokasi, ia ditempatkan di tengah lapangan ice skate dan dijamu tarian oleh penari-penari dengan kostum seperti pada film Frozen. Sampai akhirnya sosok Elsa pun muncul, dengan wajah gadis kecil ini yang masih kaget, heran dan bingung dia di arahkan pada Elsa. Senyum malu-malu campur senang menghiasi gadis manis ini. Sang ibu dan ayah yang berada di pinggir lapangan menangis terharu tak tertahan, begitu pula host-host acara itu dan penari-penari tadi. Mataku berkaca-kaca membayangkan betapa kuatnya gadis kecil ini, aku yang diberikan nikmat sehat terkadang masih sering mengeluh, terkadang masih suka bersedih, terkadang masih tidak semangat untuk menjalani hari. Saat sedang diberi cobaan sakit kadang merasa lemas loyo, senyumpun seolah berat.

Acara-acara seperti ini lah yang perlu ditampilkan untuk memberikan semangat pada kita semua. Saat kita merasa bahwa cobaan begitu keras lihatlah masih banyak orang diluar sana yang diberikan cobaan lebih dari apa yang kita dapatkan, tapi ia tetap bersabar dan tidak mengeluh.
Lihiatlah kisah ini, masihkah kita tak mau bersyukur dan tak malukah kita jika masih sering mengeluh?


Terinspirasi dari acara BUATKU TERSENYUM Trans7 edisi Sabtu, 29 Agustus 2015

290815:10am

Monday, August 24, 2015

Siapa Bilang Iri itu Ga Boleh?

Ust. Bobby Herwibowo Lc. dengan PRISMA Pemuda Remaja Islam Masjid Agung At-Tin




Jika melihat judul barusan mungkin sebagian tak setuju dan protes karena iri atau hasad merupakan salah satu sifat yang tidak baik. Tapi coba baca dulu perbedaan jenis iri berikut. Iri alias dengki alias hasad secara mudah dapat dimaknai dengan susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah. Dengan kata lain si pendengki benci dan tidak suka kepada kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat. Iri seperti ini lah yang tercela dan harus dijauhi dari kita semua. Tetapi jika iri karena ingin sama dengan orang yang kita lihat tanpa berharap berkurangnya nikmat/kebaikan dari orang tadi, inilah yang diperbolehkan. Iri yang kedua ini yang disebut ghibthoh. Nah, iri ghibthoh pada hal apa aja sih yang diperbolehkan?
 
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Di hari Ahad kemarin, aku benar-benar merasakan iri pada orang lain, tapi irinya yang positif loh ya hehe (ghibthoh). Alhamdulillah setelah lebih dari 2 bulan tidak kembali berkumpul untuk pengajian (semacam pengajian tarbiyah dengan beberapa teman puteri satu fakultas dalam 1 kelompok dan biasanya  dilaksanakan seminggu sekali) karena aku sudah kembali ke rumah, Hari Ahad kemarin aku pun memulai kegiatan itu kembali dengan kelompok baru yang berada di dekat rumah. Awalnya aku ragu untuk datang pagi itu, karena aku belum mengenali satu pun anggota dalam satu kelompokku yang baru, apalagi dengan murrobiku nanti. Akan tetapi semangat untuk memperbaiki ilmu (agama) dan mecari lingkungan yang dapat senantiasa mengingatkan pada kebaikan mengalahkan rasa raguku untuk mencoba datang. Suasana berbeda aku dapati dari liqo sebelumnya, kali ini jumlah anggotanya lebih banyak tidak seperti sebelumya tiap hadir liqo tak lebih dari 5 orang dengan personil yang berbeda-beda (padahal 1 kelompokku yang lama terdiri dari 10 orang :’D). Saat sesi setoran hafalan tiba kami diminta berpasangan untuk menyetor hafalan surat terakhir secara bergantian seperti biasanya. Disitulah aku merasa sangat iri, betapa tidak afalan mereka sangat jauh dariku bahkan ada pula yang hafizoh, Subhanallah :’). Minder? yup.. Iri? apalagi hehe. Tapi aku pikir untuk apa aku minder, justru iri positif ini aku jadikan semangat untuk bisa sekeren mereka. 

Sedangkan foto yang aku gunakan pada tulisan ini memberikan kisah iri lainnya masih di hari yang sama. Menghadiri kajian di salah satu masjid daerah TMII yaitu Masjid At-Tin berdasarkan info dari sahabat sekaligus chairmate saat SMP dulu. Awalnya kami berniat untuk datang tadabbur yang rutin diadakan tiap sore di masjid tersebut, namun hari itu ternyata tadabbur tidak diadakan dan diganti oleh kajian yang bertemakan Quran. Walaupun saat kami datang acara sudah mulai beberapa jam, kami tetap ikut dan menyimak kajian tersebut. Adalah Ust. Bobby Herwibowo Lc. salah 1 pembicara yang merupakan founder dari Menghafal Quran Semudah Tersenyum. Beliau juga merupakan pendiri pesantren Askar Kauny pencetak hafiz dan hafizoh yang pesantrennya tanpa biaya sedikit pun alias GRATIS.. Wow. Begitu merinding mendengarkan beliau bercerita akan keajaiban-keajaiban dari menghafalkan Quran serta mengamalkan dan mengajarkannya pada banyak orang. 

Seperti pada hadits yang disebutkan diatas "dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al-Quran dan As-Sunnah), lalu ia menunaikan dan mengajarkannya". MasyaAllah, dihari Ahad itu seakan-akan Allah meberikan hikmah sekaligus mengingatkanku untuk iri pada jenis orang-orang seperti mereka yang Allah berikan karunia untuk menghafalkan Quran serta mengamalkannya. Walaupun masih amat jauuh dari mereka, tetapi yakinlah dan lakukanlah, karena Allah pun tidak akan memberi jalan jika kita tidak mau berusaha. Semoga kisah-kisahku memberikan semangat dan motivasi bagi kita semua, diriku sendiri khususnya untuk sama-sama menjadi orang yang membuat orang lain ‘iri dijalan Allah’ dan semangat untuk terus menghafalkan Quran. 

(sumber materi didapat dari rumaysho.com)

240815:07 am

Wednesday, August 19, 2015

Surat Imajiner


 

Suratku ini aku awali dengan kata, “Aku sangat merindukanmu, mungkinkah rinduku berbalas?” Dulu kau sering mendatangiku dan menciumku. Kini, kau tempatkan aku di tempat yang nyaman, namun itu menyiksaku karena kau jarang bercengkerama denganku. Kau lebih sibuk berlama-lama dengan Hpmu.

Aku benar-benar sangat iri dengan Hp mu yang kau miliki. Kemana pun kau pergi, mereka selalu kau bawa. Saat di rumah pun kau asyik dan rela berlama-lama dengan mereka berdua. Sementara aku, tetap kau abaikan. Padahal, sibuk dengan Hp mu belum tentu memberimu manfaat dan berpahala.

Ketahuilah, saat kau bercengkerama denganku setiap hurufku memberi satu kebaikan dan memberikan 10 kali lipat pahala walau mungkin kau tak tahu maknanya. Bahkan saat kau terbata-bata saat berucap, kau justru mendapat dua pahala: Pahala membacaku dan pahala karena kau kesulitan mengucapkannya.

Siapa yang berpegang teguh kepadaku maka ia tak akan tersesat, tapi mengapa kau merasa tak bersalah saat jarang menyapaku. Kau malu bila belum membaca buku atau novel best seller, tapi mengapa kau tak merasa malu sedikitpun belum menyelesaikan membacaku? Aku ada bukan untuk kau simpan di almarimu tetapi seharusnya untuk kau simpan di hatimu. Tetapi bagaimana mungkin aku bersemayam di hatimu bila kau jarang membacaku.

Seharusnya aku dipelajari bukan hanya ketika kau kecil tetapi seharusnya setiap waktu. Mengapa? Karena aku ini pedoman hidupmu. Aku bukanlah “mainan” yang hanya kau baca saat kau kecil. Aku ada juga bukan hanya sekedar menjadi mas kawin saat kau menikah. Dan bukan pula hanya untuk kau ingat, saat ada kematian di keluargamu.

Mengapa hidupmu kacau? Mengapa kau sering jenuh? Mengapa hidupmu sering gelisah? Mengapa kau sering berani berbuat maksiat? Mengapa kau banyak tak mengerti ketentuan Tuhanmu? Karena kau jarang bercengkerama denganku.

Demikianlah suratku untukmu, semoga kau mengerti keluhan dan deritaku. Aku ingin kau manjakan seperti Hp mu.

Yang rindu padamu, Kitab Sucimu 

(Dikutip dari buku ON - Jamil Azzaini, dengan perubahan secukupnya)

Sunday, August 16, 2015

EXPLORE WONOGIRI #2



Tempat ini bernama Landasan Gantole, berada di tebing puncak bukit (ntah bukit atau gunung apa namanya) dengan view yang super indah. Dari sini kita dapat melihat seluruh pemandangan Waduk Gajahmungkur beserta bersihnya langit yang biru berpadu dengan air waduk yang terlihat agak kelabu. Pemandangan depan berupa waduk serta langit yang indah dari atas landasan yang begitu tinggi melupakan kami (aku dan keluarga yang berkunjung) bahwa kami termasuk yang takut akan ketinggian 😂, terutama kakakku dan suami. Aku termasuk yang paling pemberani saat itu :P. 

Untuk mengambil foto ini, aku harus berdiri di bibir tebing dengan pijakan kayu tak berpagar yang tepinya langsung berhadapan dengan jurang ditambah pula kayunya sudah terlihat agak reot, tapi seakan rasa takut pun hilang melihat indahnya pemandangan ciptaan Allah yang Maha Sempurna tersebut. Kakak ku sebagai pemotret foto ini malah heboh khawatir sendiri dan memintaku untuk cepat berlalu dari posisi yang baginya membahayakan (hehe maklum dia parno ketinggian). 

Kembali pada deskripsi tempat pada foto ini, selain view waduk atau danau buatan dan bersihnya langit biru dari tampak depan memandang, di balik  kita berdiri ke arah waduk atau dari sisi yang berbeda pemandangannya pun tak kalah indah yaitu gunung dengan pepohonan nan hijau. 

Lokasi wisata gantole ini sepertinya memang belum dikelola oleh dinas pariwisata setempat karena fasilitas seadanya dan akses kesana yang terbilang agak mengumpat. Lokasi ini dapat dijangkau dari pintu gapura dengan nama Menara Filter, terletak di sebelah kanan setelah jembatan pertama menuju pintu masuk wisata Waduk Gajah Mungkur. Pertama kali yang terlintas saat melewati gapura menara filter adalah... apakah mobil yang saya dan keluarga naiki mampu melewati jalan yang begitu menanjak, berkelok, dan terjal. Sepanjang jalan menanjak ini dari sisi kiri kami dapat mulai melihat indahnya pemandangan waduk, akan tetapi karena akses jalan yang terjal dan begitu tinggi membuat kami yang berada dalam mobil tidak terlalu menikmati indahnya pemandangan tersebut.  Dengan hati yang agak was was diiringi doa dalam hati, akhirnya kaka ipar atau suami kakak ku sebagai driver saat itu menghela nafas saat akhirnya tiba di atas (jalanan sudah kembali datar fyuuh). Setelah sampai diatas kami tak langsung dapat mengetahui dimana lokasi landasan gantole berada, sekarang kami masuk ke dalam perkampungan dan tak ada tanda-tanda tempat wisata sedikit pun. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada salah satu warung yang kami lewati. Ibu muda setengah baya menjawab ramah dan mengarahkan kami ke posisi yang kami cari. Beliau juga menginformasikan bahwa gantole yang kami cari bukan hanya ada 1 tempat, tapi ada 2. Berdasarkan saran dari Ibu penjaga warung, kami pun memutuskan untuk menuju Gantole pertama. Karena dari situ pemandangan yang terlihat lebih luas dan lebih indah, ujar beliau dalam bahasa jawa setempat. Tak jauh dari warung tadi, kami pun sampai ke lokasi. Ternyata tak ada biaya tiket masuk ataupun pajak wisata dan hanya membayar parkir seikhlasnya. 

Saat sampai, waktu sudah menunjukkan pukul 11, dan cuaca amat terik saat itu. Dengan lokasi yang cukup tinggi sinar matahari terasa lebih menyengat matakupun menyipit lebih kuat karna teriknya matahari. Untungnya aku dan kakak ku sudah bersiap membawa topi dan kaca mata. Jadi aku sarankan untuk membawa topi atau kacamata jika datang ke lokasi ini siang hari, atau mungkin datang saat pagi sekali akan lebih berbeda dengan udara segar dan sinar mentari yang belum terik.


 Bekasi, 150815:21.30pm

Friday, August 14, 2015

Guide dalam Memilih Jodoh??

Hai para gadis dan pemuda, kalo ditanya apa aja sih kriteria kalian dalam memilih jodoh? Hmm.. pasti akan beragam jawabannya. Mungkin banyak diantara para gadis menjawab tampan, kaya raya, badan kekar, tinggi, dan lainnya. Kalo untuk pemuda alias para jejaka biasanya menjawab yang cantik, tinggi, kurus, putih, serta kriteria-kriteria fisik idaman lainnya. Tapi... tau ga sih ternyata dalam Islam agama tersempurna Rahmat dari Allah punya pedoman aka guide buat menentukan kriteria jodoh idaman loh. Perempuan dan laki-laki yang dapat dinikahi mempunyai kriteria tertentu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadisnya sebagai berikut:


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: 

Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang karna agamanya, maka engkau akan beruntung. (HR Bukhari & Muslim)

 

Hadist tersebut mengisyaratkan tentang panduan memilih jodoh yang baik dari Rasulullah sebagai tauladan dari segala tauladan manusia bahwa ada empat kriteria wanita yang dinikahi. Keempat kriteria tersebut adalah harta, nasab/keturunan, kecantikan dan agama. Dan Rasulullah memerintahkan untuk menomorsatukan aspek agamanya. Dikataan dalam hadits tersebut barang siapa yang mengutamakan agamanya maka ia akan beruntung. Dan guide ini bukan cuma untuk memilih calon wanita atau istri tapi juga termasuk kriteria memilih calon suami ya guys ;). 

 

Aspek agama disini bukan hanya berarti seiman atau satu agama. Misal, calonku alhamdulillah agamanya Islam kok, berarti udah menuhin kriteria utamanya dong. Yup, seiman memang juga yang utama karena dalam QS. Al-Baqoroh:221 dijelaskan janganlah menikahi perempuan/laki-laki musyrik sebelum ia beriman (Islam), lebih baik hamba sahaya yang beriman daripada yang musyrik walaupun menarik hati bagimu. 

 

Tetapi maksud dari menangkanlah aspek agama disini berarti yang lebih memahami Islam dengan baik. Jadi kalo kalian galau akan beberapa calon/pilihan pertimbangkanlah yang paling menang dari aspek ini. Kenapa sih Rasulullah menyarankan begitu? Karena apabila seseorang dengan keimanan/agama yang baik maka keimanan tersebut pun akan muncul dalam tutur kata dan akhlak yang juga baik. Pernikahan dalam pandangannya bukan hanya sekedar mencari pendamping dunia, tapi juga sebagai penyempunya agama untuk sama-sama berjuang menuju surgaNya. Dan nantinya dalam menyelesaikan segala persoalan-persoalan dalam pernikahan pun akan diselesaikan dengan cara-cara yang bijak dari sisi Allah dan Sunah.

 

Untuk penutup, Dear para gadis dan pemuda yang sedang memantaskan dan memperbaiki diri, semoga kita bisa mendapatkan jodoh yang terbaik dari sisi Allah SWT yaa... aamiin :)


Dwi Cahyanti, 140815:21pm




Friday, August 7, 2015

EXPLORE WONOGIRI #1


Tempat ini dinamakan "Chinese Plate" oleh pengunjung sekitar. Sebuah rumah kosong yang dinding luarnya didekorasi oleh piring piring keramik cantik, unik dan antik. Letaknya yang berada dekat oleh objek wisata Danau Gajah Mungkur Wonogiri, yang merupakan danau buatan terbesar di Indonesia ini sering dijadikan spot foto oleh wisatawan yang berkunjung. Lokasi rumah unik ini berada di pinggir jalan setelah jembatan pertama menuju Danau Gajah Mungkur yang terdapat menara filter kurang lebih 300m setelahnya.

Dwi Cahyanti, 070815
Copyright © Dwi Cahyanti. Powered by Blogger.

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top