Thursday, August 10, 2017

NAIK KELAS



Ibarat murid di sekolah, suatu saat pasti akan dihadapkan dengan ujian. Ntah itu ujian harian ataupun ujian nasional. Begitu juga hidup manusia, pasti akan ada ujian. Tapi, seperti ujian di sekolah, ujian itu tidak akan lebih lama dari lamanya waktu belajar itu sendiri. Paling-paling seminggu, dua minggu. Jika dibandingkan waktu sekolah yang bisa sampai 3 bahkan 6 tahun. Dan ujian sekolah juga bukan dibuat untuk mencelakakan murid2nya, tapi ujian itu ada untuk mengukur kualitas murid yang nantinya murid itu akan bisa naik kelas - jika bisa menjawab soal ujian dengan baik. Nahh…  apalagi dengan ujian kehidupan yang datangnya dari Allah.
“Ujian di sekolah aja kita bela2in berjuang untuk bisa dapet nilai bagus/naik kelas/gelar sarjana dan kita mau bayar untuk itu. So, apalagi ujian dari Allah untuk menaikan kelas kita di mata Allah ”



Poin2 tentang ujian
1.       Ujian itu pasti ada
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. Ali Imran: 186)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabuut: 2)

2.       Ujian itu pasti sudah terukur
Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang hembusan anginnya. Allah menguji suatu manusia pasti sudah terukur dosisnya dan Allah tau persis ukuran setiap orang kaya gimana atau udah di kelas berapa.
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286)

3.       Ujian itu pasti untuk kebaikan
Semua ujian untuk kebaikan, untuk menaikan derajat, makanya manusia harus berbaik sangka.

“Sungguh menakjubkan orang yang beriman, seluruh urusannya baik”. Jika diberikan ujian dia bersabar, jika mendapat nikmat dia bersyukur.

4.       Ujian bentuknya bisa kesenangan dan kesusahan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(QS. Al Anbiya: 35).
Malahan ujian kesenangan biasanya jauh lebih berat saat menimpa manusia. Seperti orang yang dipuji dengan orang yang di caci. Kebanyakan orang di puji sering terlena dibandingkan yang dicaci jadi banyak berdoa.

Ujian dari Allah dibandingkan dengan ujian sekolah jauh lebih enak ujian dari Allah. Karena… kalo ujian sekolah mana boleh kita nyerahin soal kita ke yang bikin soal buat minta kunci jawabannya apa, kalo ujian dari Allah justru kita gausah pusing2 nyeleseinnya sendiri, kaya di doa ini nih :
“Duhai Allah Yang Maha Hidup dan Mengurus segala-galanya sendiri secara terus menerus, dengan rahmatMu perbaikilah urusan hamba seluruhnya, dan jangan serahkan kepadaku (tanpa mendapat pertolongan dariMu) walau hanya sekejap mata." 
Jadi… ujian dari Allah itu bukan untuk kita selesaikan sendiri, tapi ujian dari Allah itu cara untuk kita jadi makin dekat padaNya.

“ORANG TIDAK LULUS BUKAN KARNA SOALNYA, TAPI… KARNA SALAH JAWABANNYA.”
“YANG PENTING BUKAN UJIANNYA, TAPI SIKAP TERHADAP JAWABAN SOAL UJIAN.” - Gurunda AaGym

Keseluruhan tulisan diatas disadur dari isi ceramah KH. Abdullah Gymnastiar (semoga Allah merahmati beliau dan keluarganya aamiin)

Saturday, July 22, 2017

Friendship Till Jannah!

Pepatah Arab mengatakan:
الصاحب ساحب
"Teman itu bisa menarik"

Tergantung, bisa menarik kepada kebaikan, atau menarik kepada keburukan.

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخال.
"Seseorang itu tergantung atas agama teman dekatnya, maka perhatikanlah olehmu, siapa yang menjadi teman dekat(nya)." (HR. Ahmad)

Pertemanan itu memberi dampak yang sangat luar biasa, lihatlah bagaimana paman Nabi صلى الله عليه و سلم Abu Thalib dihalang-halangi oleh teman-teman dekatnya yaitu Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal di akhir hayatnya ketika Nabi صلى الله عليه و سلم membimbingnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga Abu Thalib tidak sempat mengucapkan dua kalimat syahadat di akhir hayatnya.

Oleh karena itu selektiflah dalam berteman, terlebih untuk menjadikannya teman dekat.

Dan teman dekat yang juga sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan seseorang adalah pasangan hidupnya, suami atau istri.

Maka jadilah teman dekat yang mengajak pada kebaikan, bukan mengajak kepada keburukan.

Mudah-mudahan Allah Ta'ala selalu membimbing kita, dan menganugerahkan kepada kita semua teman dekat yang selalu mengingatkan kita kepada akhirat. Aamiin
.
Oleh: Ust. Fuad Hamzah Baraba #TeladanRasul

----------------------------------------------------------
Selain itu dalam artikel lain membahas mengenai 7 Macam Teman

7 MACAM TEMAN
(hanya 1 yang sampai di akhirat).

1. "Ta’aruffan” yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dan lain nya.

2. "Taariiihan” yaitu teman karena faktor sejarah, teman sekampung, sekost, se'almamater dan lainnya.

3. "Ahammiyyatan” yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik dan lainnya).

4. "Faarihan” yaitu teman karean sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dan lainnya).

5. "Amalan” yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dan lainnya.

6. "Aduwwan” yaitu teman yang terlihat seperti baik, tapi sebenarnya penuh kekebencian.

7. "Hubban Iimaanan” yaitu teman yan suka MENGINGATKAN-mu serta MENGAJAK-mu selalu ke jalan Allah SWT.

Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yang tersisa hanya teman no.7
Namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak menghasilkan duniawi, apalagi urusan materi
Padahal diakhirat nanti, teman no.7 inilah yang akan diberi SYAFAAT untuk membantu kita masuk ke dalam surgaNYA
Persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)

Apabila penghuni surga tidak menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT : "Yaa Rabb...kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami"

Maka Allah SWT berseru : "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR Ibnu Mubarokh)

------------------------------------------------------------Alhamdulillaah, janji Allah itu pasti dan Allah Maha Pengasih Maha Penyayang.
Seperti pada postinganku yang lama "Jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan ganti dengan yang lebih baik". 
Salah satunya ini, dalam teman dan orang-orang yang mengelilingiku.



Alhamdulillaah.. Allah kumpulkan aku dengan teman2 yang baik dan mengajak dalam kebaikan. Karena rizki itu tak hanya hitungan angka dan uang, namun lingkungan yang penuh keberkahan merupakan rizki yang tak ternilai :). Semoga Allah ridhoi halaqoh kecilku ini dan menghimpun kami hingga nanti saat kembali di jannahNya, aamiin yaRabbal alamiin.

#MendoakanDariJauh

“Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan terasa sakit.” (HR. Muslim).

Ya Rabb...
Mungkin doa2 kami disini tak sebanding dengan perjuangan mereka para mujahid fiisabilillah yang ridho lillahitaala membela agamaMu dalam keadaan apapun.

Mungkin doa2 kami dalam keadaan lapang disini, tidak sesusah mereka yang dalam sholatnya saja harus dipantau oleh tentara bersenjata.

Walau hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk membantu sodara2 kami disana, semoga doa2 kami dari jauh yang pasti Engkau dengar dan insyaAllah diaminkan oleh para malaikatMu, bisa menjadi kekuatan besar bagi saudara2 kami kaum muslimin/at di Palestin dan dimanapun mereka berada.

Bekasi, 220717
--------------------------------------------------------- .
Doa Qunut Nazilah (yang bisa kita jadikan doa untuk membantu sodara muslim yang terdzolimi)

“Ya Allah, Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka perbaikilah hubungan di antara mereka, dan menangkanlah mereka di atas musuh-Mu dan musuh mereka.”

“Ya Allah, Laknatlah orang-orang kafir yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan Rosul2Mu, dan memerangi wali2Mu.Ya Allah, Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka, goyangkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”

"Ya Allah tolonglah saudara kami yang terzholimi di Palestina dan dimanapun mereka berada. Ya Allah tolonglah saudara kami mujahidin di Palestina dan dimanapun mereka berada. Tolonglah mereka dengan pertolongan yang kuat, turunkanlah kepada mereka sakinah, jadilah Engkau penolong dan pelindung mereka."

"Ya Allah mereka terzhalimi maka belalah mereka, mereka faqir maka berilah mereka kecukupan, rahmatilah orang yang meninggal di antara mereka, sembuhkanlah yang luka di antara mereka, terimalah yang mati syahid di antara mereka, ya Allah dukunglah mereka dengan dukunganMu, jagalah mereka dengan penjagaanMu, Wahai Dzat Yang Maha Kuat Maha Perkasa."



#prayforalaqsa #qunutnazilah #prayforpalestine #alaqsa

Saturday, October 8, 2016

Yuk, yang Muda yang Menginspirasi!


Akhwat remaja pastinya udah ga asing dengan aktor muda tampan bernama Hamas Syahid. Menurutku gacuma tampan fisik, tp juga akhlaknya insyaAllah. Pemilik nama lengkap Hamas Syahid Izzudin, pemuda yang mulai terkenal melalui film layar lebar ini memiliki semangat dakwah melalui film positif. Ia ingin mengajak pemuda/di untuk mengidolakan the only one panutan terbaik yaitu Rasulullah SAW.

Seharusnya sosok seperti Mas Hamas bisa dijadikan contoh buat anak-anak muda jaman sekarang, jangan cuma galau2an ya yang jadi tren hiks. Taat agama, sederhana, jago ngaji, menginspirasi, banyak prestasi dan tetep gaul saat melihat sosok beliau. Selain jago ngaji (masyaAllah suara ngajinya), kedekatan Mas Hamas dengan sang ibu dan adik perempuannya, menunjukkan betapa menjaganya Mas Hamas kepada wanita. Siapa yang ga iri ngeliat Mas Hamas dan adik perempuannya lewat foto atau video yang di upload lewat socmednya yang kaka-able bgt.
Beliau juga ramah. Makanya ga salah kalo Mas Gagah (nama perannya dalam film KMGP) banyak fansnya.

Aku begitu terinspirasi (juga) dengan Ummi Yulyani (Bunda Mas Hamas) terutama dalam cara mendidik anak. Mulai dalam kandungan Ummi sudah mempersiapkan anak2nya agar menjadi anak-anak yang soleh soleha hafiz hafizoh. Saat hamil ummi setiap hari mengulang ulang bacaan quran bukan lewat rekaman tapi langsung dari suara beliau sampai dengan ratusan kali. Makanya ga heran anak2 ummi 'jadi' semua, masyaAllah ya :").

Dan alhamdulillaah beberapa waktu lalu dapet kesempatan foto bareng Mas Hamas hihi, tapi belum sempet foto brg Umminya :(.
Semoga Allah SWT menjaga keistiqomahan beliau dan keluarga dalam berdakwah serta sebagai agen2 muslim dalam kereta kebaikan. :)

 

Thursday, October 6, 2016

Keep Fight, Keep Hamasah! #1

Rutinitas baruku di tiap Hari Sabtu pagi: belajar bersama adik-adik manis dan cantik ini.

Saat mereka melihat dari kejauhan, masyaAllah semangat mereka selalu membuatku tak ingin absen berjumpa dengan mereka. "Kak Dwi udah dateng.. ayo masuk ayo masuk". Aaah gimana ga meleleh liatnya. 


Walau awalnya saat aku diminta untuk membantu menjadi kaka mentor di SMP Terbuka Assalam di daerah Pondok Gede ini tidak aku terima, akan tetapi mengingat salah satu mimpiku untuk dapat menginspirasi remaja-remaja muslimah melalui media "motivateen" seakan-akan menjadi bisikan penyemangat untukku. Apa mungkin ini cara Allah dalam membuka jalan untukku untuk dapat "sharing for self reminding". 

Tambah lagi beberapa cerita temanku, menginfokan kalo mengisi mentoring di sekolah-sekolah terbuka jauh lebih sulit dibandingkan di sekitaran rumah yang statusnya mereka sudah mempunyai pondasi agama dari keluarga maupun dari sekolahnya. Mendengar itu, nyaliku menciut kembali. Akan tetapi, aku jawab pada murrobiahku 
"InsyaAllah Bu, aku bersedia kalo memang waktunya di hari weekend, tapi aku masih miskin ilmu bgt Bu. Gimana bisa jd kk mentor". 
 "Mereka malah masih sangat awam, dan banyak yang belum pernah ikut pengajian sebelumnya. Pasti bisa insyaAllah, dan bayangin pahalanya buat bisa sharing2 ilmu agama ke orang lain" jawab murrobiahku saat itu. 
Akhirnya aku pun membulatkan tekad untuk menjadi volunteer di SMP Terbuka tersebut.

Pertama kali mengisi disana, ada perasaan gugub dan cemas membayangkan bagaimana adek-adeknya nanti yaa. Kalo pada berisik gabisa diem, iseng, atau yang lain gimana. bisikku dalam hati. Dan pas hari pertama pun, tanganku dingin krn gugub hehehe_-_. 
Saat itu aku memegang anak-anak kelas 8 yang jumlahnya cukup banyak lebih dari 10 orang. Di pertemuan selanjutnya, banyak kk mentor yang berhalangan hadir, dan mau tidak mau beberapa kelompok harus digabung menjadi satu. Nah saat ini lah aku merasa sangat diuji. Suaraku yang tak terlalu besar dan nyaring kalah dengan riuhnya suara anak-anak yang mungkin lebih dari 20 orang. Ada yang asik ngobrol sendiri bersama teman sebelahnya, ada juga yang bisik-bisik sambil tertawa. Namanya juga remaja pasti macam-macam kelakuannya, tapi masih sangat wajar bgt kok. Setelah mengisi di hari itu, rasanya aku gamau dateng lagi minggu depan krn memang cukup melelahkan mengkondisikan remaja perempuan :') *loh aku kan juga perempuan ya wkwk. Beberapa kali aku tidak hadir, karena beberapa alasan. Sering liqoku diisi juga dihari Sabtu pagi, atau kadang terbentur acara seminar/kajian, pernah juga ketika semangat sedang turun, badan terasa tidak enak sedikit aku jadi enggan buat datang. Tapi sampe akhirnya....

lanjut di next #2

Copyright © Dwi Cahyanti. Powered by Blogger.

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top