Saturday, November 7, 2015

Man Shabara Zhafira



3 hal yang sering kita sebut-sebut tiap hari, 3 hal yang terdengar simple namun tak mudah dijalankan, 3 hal yang mudah diucapkan, namun begitu sulit untuk dibuktikan dalam perbuatan. 
S – I – S = SABAR -  IKHLAS - SYUKUR


Tiap manusia pasti akan menghadapi masa-masa dimana kita harus melewatinya dengan S – I – S itu tadi. Dalam postinganku kali ini aku ingin lebih membahas hal yang pertama yaitu SABAR.  Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialami manusia, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Ada sebuah pepatah berbahasa arab yang berbunyi Man Shabara Zharifa yaitu siapa yang bersabar maka ia akan beruntung. Beruntung? Karena kesabaran merupakan modal dasar bagi para pemenang. Kesabaran membuat kualitas kita yang sabar melejit berkali lipat dibanding orang-orang yang tidak bersabar di jalan Allah. Allah SWT mengatakan dalam firmannya di QS Al Anfal ayat 66 :

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika di antaramu ada seribu orang, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (8: 66)”



Kesabaran juga merupakan modal besar bagi kesuksesan. Kalo ditanya siapa sih yang mau sukses? Pastinya tiap orang yang normal menginginkan untuk menjadi orang yang sukses, tak ada satu pun orang yang memilih untuk menjadi orang yang gagal. Tapi dari semua orang sukses di dunia ini, masing-masing pasti melewati usaha, upaya, perjuangan yang tak mudah disertai dengan doa sampai akhirnya ia mencapai apa yang diinginkannya. Tak ada kesuksesan yang ujug-ujug turun ke orang yang hanya berdiam diri saja menunggu sampai kesuksesan itu datang. Akan tetapi upaya maksimal (ikhtiar) sungguh-sungguh yang disertai dengan doa itu saja belum cukup… 


Antara sungguh-sungguh dan sukses itu ternyata terdapat jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun. Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi dengan kesabaran. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan.

Bagaimanapun tingginya impian dan keinginan, dia tetap wajib dibela dengan perjuangan habis-habisan karena dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka dan akan tercapai. Tapi tidak hanya itu,  dengan iringan sabarlah takdir itu akan terkuak menjadi kenyataan.



Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis dari madu.

Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar maka ia akan beruntung.



Sumber:
Muslim.or.id
Ranah 3 Warna by Anwar Fuadi
3    Man Shabara Zhafira by Ahmad Rifa’I Rif’an

Saturday, October 17, 2015

About My Blog

"Jika ingin dunia mengenalmu, makan menulislah!"


Mungkin dari teman-teman atau yang pernah membaca blogku ada yang pernah terbersit dengan alamat blogku ((dcinspiring)). Sebetulnya merupakan pisahan 2 kata dari kata dc dan inspiring. Dc yaitu inisial namaku dan inspiring menginspirasi. Bukan ingin sok-sokan dinamakan demikian karena aku sudah merasa menjadi orang yang menginspirasi, bukan sama sekali. Sebaliknya aku ingin dengan nama alamat tersebut dapat menjadi doa, yang kemudian aku bisa menjadi orang yang benar-benar bermanfaat dan menginspirasi orang lain salah satunya lewat tulisan-tulisan yang masih amat amatiran ini aamiin Allahuma aamiin.

Disetiap aku ingin menulis di blog ini dengan melihat alamat tersebut, aku akan selalu teringat apakah apa yang akan aku tulis dan share nantinya ke dalam blog ini dapat memberikan inspirasi bagi diriku dan pembaca? Apakah apa yang aku tulis dapat memberi positive vibes kepada orang lain? Dan secara tidak langsung memberikanku semangat untuk selalu bisa menginspirasi terutama menginspirasi dalam kebaikan untuk lebih dekat kepada Allah, berdakwah lewat caraku semampuku dan sama-sama belajar untuk mengingatkan pada kebaikan.

Suatu saat nanti aku ingin tulisan-tulisanku dapat menjadi penginspirasi bagi para remaja muslimah terutama, dalam suatu wadah blog atau bahkan website profesional dimana kita bisa dapat saling diskusi dan sharing seputar kehidupan sehari-hari remaja muslim perempuan dalam website dcinsiping.com :’) ataupun melalui buku yang aku namakan “Motivateen” Motivation for Teens, that’s my dream hehehe. Mudah-mudahan oneday sedikit demi sedikit dimulai dengan rutin menulis dalam blog amatiranku ini hal itu bisa terwujud ya ukhti.

Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa “Jika ingin mengenal isi dunia, maka membacalah. Dan jika ingin dunia mengenalmu, maka menulislah!” Ungkapan ini juga menjadi salah satu penyemangatku untuk berupaya rajin membaca dan menulis setidaknya harus dibiasakan bahkan diawali dengan memaksa diri.


Bekasi, 171015:07.45am


Thursday, October 8, 2015

Belajar Mengenal Allah #1

Hi Guys,

I just wanna share this one #BelajarMengenalAllah1
please check the link below

click for download 
KULIAH ONLINE


sumber: wisatahati.com || https://itiroof.wordpress.com

Thursday, September 24, 2015

"Berqurban Hati"

Happy Eid Al-Adha! Hari ini tepat 10 Dzulhijah 1436 H seluruh umat islam merayakan Hari Raya Idul Adha atau yang biasa disebut oleh kita sebagai Hari Raya Qurban. Umat muslim beramai-ramai saling berlomba untuk berqurban binatang ternak baik sapi, kerbau maupun kambing dan domba. Eits, tapi dalam artikel ini yang akan dibahas bukan tentang qurban menyembelih binatang ternak tapi "qurban" (mendekatkan diri pada Allah) dengan cara meninggalkan sesuatu karena Allah. 

"Sesungguhnya jika kamu meninggalkan sesuau karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik" 

Ntah mengapa aku suka sekali dengan makna dari hadits diatas tepatnya hadits dari postinganku sebelumnya, universal namun jelas dan tegas. Dan salah satu hal yang aku tinggali karena Allah adalah pacaran, looh kok jadi ke arah ini sih? Males baca ah. Sok suci deh. Berbagai respon dalam hati mungkin saja keluar seperti kata-kata tersebut ketika membahas mengenai "kutinggalkan pacaran karena Allah". Aku bukan berniat untuk menentang teman-teman yang memilih untuk masih tetap melakukan hubungan special dengan someone lawan jenis yang dinamakan pacaran ini, bukan juga untuk merubah teman-teman yang sedang membaca untuk kemudian harus mengikuti opiniku. Aku juga bukan ustadzah yang pandai agama dan ingin menceramahi, wah itu sama sekali tidak dan amat jauh dariku. Aku hanya pemudi biasa yang amat penuh dosa dan amat miskin ilmu yang ingin terus belajar, salah satunya yaitu belajar mengenai apa-apa yang Penciptaku Allah SWT sukai. Karena dalam Islam untuk saling mengingatkan kebaikan adalah hak dan kewajiban tiap-tiap kita sebagai khalifah, dan seperti kata istilah “Sampaikanlah walau 1 ayat” aku hanya ingin menyampaikan sedikit mengenai pa-ca-ran yang selalu penuh pro kontra sepertinya.  Kalian bebas memilih karena hidup itu pilihan, dan aku hanya ingin berusaha untuk memilih sesuatu dengan apa yang ALLAH sukai, itu saja hehe :) Dan bukankah janji Allah itu pasti, Allah Maha Teliti atas apa yang kamu kerjakan, maka aku amat yakin pasti Dia akan menggantikan apa,siapa,dimana yang aku tinggalkan karenaNya dengan yang jauh lebih baik dari sisi Allah sesuai dengan janjiNya.

Sebelumnya mau sedikit membahas mengenai pacaran terlebih dahulu. Mungkin diantara kalian ada yang kemudian menyaut, wah aku ga pacaran kok sama si doi. Kita hubungan saling support aja. Eh eh tapi yakin cuma saling support? Terus saling supportnya gimana? Yakin gapernah jalan berduaan? Yakin gapernah gombal-gombalan atau puji-pujian bawa perasaan? Hmm kalo udah berduaan lanjut pegangan atau sekedar usap rambut atau perhatian ini itu yang katanya sih ungkapan sayang. Hm terus.. lalu.. kemudian… apa lagi… hehehe. Ya mungkin tidak semua yang menjalani hubungan dengan status pacaran ataupun yang tanpa status berlaku seperti yang demikian. Tapi taukah bahwa Tuhanmu yang menciptakanmu dan si doi itu bahkan pencipta segala-galanya sangat cemburu saat Dia disingkirkan dari hatimu.

Nah terus apa sih dan kenapa perlu disampaikan mengenai hal yang satu ini. Secara, yaudah sih pacaran udah lumrah banget kali jaman sekarang. Langsung saja aku buatkan poin dari opiniku mengenai alasan “Kutinggalakan Pacaran Karena Allah” Bismillahirrahmanirrahim…
  1. Ternyata dalam kamus islam Allah udah melarang apa-apa aja yang mendekati zina. Nah kalo pacaran ataupun yang tanpa status, apa kamu yakin hubungan kamu itu ga ngelakuin apa-apa yang mendekati zina, hmm zina mata, kulit, tangan, atau sekedar hati dan perasaan. Lagian kenapa sih kayaknya biasa aja juga kalo pacaran, gangebuat langsung gimana-gimana kali. Sungguh Allah mengingatkan demikian karena begitu sayangnya ia pada ciptaannya, perempuan khususnya. Laki-laki normal sudah naluri secara alamiah Allah lebihkan ia pada syahwatnya. Untuk perempuan, kelemahannya adalah para perhatian dan perasaannya, diberi perhatian secara terus-menerus, dimanja, maka luluhlah ia. Allah Maha Tau apapun sifat-sifat dari ciptaanNya secara detil, Dia maha pemilik segala ilmu dan apapun yang ia perintahkan pasti baik bagi makhlukNya. Maka ia laranglah manusia untuk mendekati zina karena sifat-sifat alami tadi, selain itu karena syetan selalu berupaya untuk menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang Allah benci, dan sudah kita tau bersama bahwa apabila seorang laki-laki dan perempuan berduaan maka yang ketiganya adalah syetan yang sedang asyik menggoda manusia untuk lebih terjerumus melakukan apa-apa yang Allah larang.
  2. Allah itu senantiasa melihat dan teliti atas apa-apa saja yang kita kerjakan. Makanya aku berpikir aku tak ingin saat tiba-tiba Allah menginginkaku kembali padaNya, saat itu aku sedang dalam keadaan yang tidak Allah sukai. Kematian bisa datang kapanpun Allah mau. Dan bisa saja saat tiba-tiba kematian menjemputku disaat ternyata aku sedang bermaksiat dengan lawan jenis yang bukan halalku. Bukannkah aku menginginkan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah? Bertanyaku pada diri sendiri.
  3. Dari berbagai pencarian mengenai pacaran oleh berbagai yang alim agama (penceramah, uztad, uztadzah, dll) pendapatnya selalu satu suara bahwa pacaran itu tak ada dalam islam alias haram. Jika diriku ditawarkan seseorang untuk memakan daging babi atau meminum bir maka pasti akan ku tolak karena itu haram. Nah saat tau bahwa pacaran itu haram, apa aku masih mau melakukannya layakanya aku masih mau makan babi ataupun minum bir yang haram hukumnya.
  4. Bisa menggeser posisi Allah di hati. Kalo pacaran.. pasti lah ya smsan walaupun jarang-jarang apalagi kalo yang tiap hari ketemuan, hati dan pikiran pasti ada lah baper kalo kata2 jaman sekarang tuh, bawa perasaan. Posisi Allah dihati lambat laun bakal kegeser dan Allah amat cemburu disaat di hati makhluk ciptaanNya sudah mulai dikalahkan dengan yang lain. 
  5. Kalo ada seorang pria yang memang berniat serius dan memahami Islam dengan baik, pastilah tak akan diajak olehnya untuk pacaran. Jadi kalo menginginkan suami yang soleh dan dapat membimbingmu menuju surgaNya, untuk apalagi dengan cara pacaran? Karena sosok si soleh yang begitu pasti tak akan mengambil jalan melalui pacaran. Secara jantan pria soleh tadi mencari tau melalui sanak saudara ataupun guru pengajiannya bagaimana sosok wanita incarannya. Atau datangi langsung ke rumah orang tuanya.
Cukup itu dulu poin-poin yang bisa aku sampaikan tentang qurban (mendekatkan diri pada Allah) dengan cara meninggalkan yang namanya pa-ca-ran. Mari sama-sama berjuang memperbaiki dan mempersiapkan diri dengan tidak pacaran sampai halal insyaAllah, dan semoga Allah memudahkan setiap niat baik kita karenaNya ya ukhti-ukhti muslimah.

Saturday, September 12, 2015

TRUST HIM.



Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)

Bukankah janji Allah itu pasti, Allah Maha Teliti atas apa yang kita kerjakan, maka aku amat yakin pasti Dia Tuhanku Yang Maha Luas Kuasanya akan menggantikan apa,siapa,dimana yang kita tinggalkan karenaNya dengan yang jauh lebih baik dari sisi Allah sesuai dengan janjiNya itu. Yakinlah untuk selalu tetap memprioritaskan apa yang Allah suka, yakinlah untuk menjadikan tiap langkahmu diridhoi olehNya. Dan pasti Ia akan menyiapkan sesuatu yang indah di saat yang tepat :)



Copyright © Dwi Cahyanti. Powered by Blogger.

 

© 2013 Dwi Cahyanti. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top